H-5 HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera di Panton Labu Keluhkan Sepinya Pembeli
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Penjualan bendera Merah Putih dan umbul-umbul menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Kota Panton Labu, Aceh Utara, masih sepi. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang yang membuka lapak di sepanjang Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh.
Padahal, peringatan HUT ke-81 RI tinggal lima hari lagi. Pada tahun-tahun sebelumnya, memasuki pertengahan Agustus biasanya mulai terjadi peningkatan pembelian perlengkapan untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan.
Salah seorang pedagang bendera, Wawan, asal Lhoksukon, mengatakan penjualan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Sudah beberapa hari jualan, baru beberapa lembar yang laku. Jauh berbeda dengan tahun kemarin,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Wawan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi sepinya pembeli adalah perubahan pola belanja masyarakat. Penjualan melalui platform daring dinilai membuat sebagian konsumen, termasuk instansi dan lembaga, lebih memilih melakukan pemesanan secara online.
“Dulu kantor-kantor pemerintahan, sekolah, dan desa sering membeli langsung ke lapak. Sekarang hampir tidak ada. Mungkin mereka pesan online,” katanya.
Harga Bendera Relatif Terjangkau
Wawan menyebutkan harga bendera yang dijual di lapaknya relatif terjangkau. Bendera berukuran 100 sentimeter, misalnya, ditawarkan sekitar Rp10.000. Sementara itu, ukuran 90×30 sentimeter dijual sekitar Rp25.000 dan ukuran satu meter sekitar Rp35.000.
Harga tersebut, kata dia, masih dapat dinegosiasikan dengan pembeli.
“Harga segitu sudah murah, tetapi pembeli tetap sepi,” ujarnya.
Meski penjualan belum sesuai harapan, Wawan mengaku masih akan bertahan hingga menjelang 17 Agustus. Ia berharap terjadi peningkatan pembelian pada H-3 hingga H-1 peringatan HUT RI, ketika masyarakat biasanya mulai memasang bendera dan berbagai atribut kemerdekaan.
“Mudah-mudahan H-3 sampai H-1 nanti ramai. Biar modal kembali dan ada untung sedikit,” harapnya.
Banjir Jadi Salah Satu Alasan Warga Belum Membeli Bendera
Sepinya pembelian bendera di sejumlah lapak juga tidak serta-merta dapat diartikan sebagai berkurangnya keinginan masyarakat untuk menyambut HUT Kemerdekaan.
Bagi sebagian warga di wilayah terdampak banjir, kondisi tersebut juga berkaitan dengan perlengkapan kemerdekaan yang mereka miliki sebelumnya.
Azis, warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, mengatakan bendera Merah Putih miliknya yang digunakan pada tahun sebelumnya ikut terbawa banjir beberapa bulan lalu. Karena itu, ia belum membeli bendera baru untuk menyambut HUT ke-81 RI.
“Saya bukan tidak mau memasang bendera Merah Putih menyambut HUT RI. Bendera tahun lalu sudah terbawa banjir besar beberapa bulan yang lalu,” katanya.
Menurut Azis, pemasangan bendera Merah Putih tetap penting sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan simbol negara.
“Bagaimanapun, kita harus mengingat jasa para pahlawan yang memperjuangkan Merah Putih sebagai simbol negara,” ujarnya.
Pedagang Berharap Penjualan Meningkat
Bagi pedagang musiman, momentum menjelang HUT Kemerdekaan menjadi salah satu kesempatan untuk memperoleh pendapatan. Namun, perubahan pola belanja masyarakat dan kondisi ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Para pedagang berharap penjualan meningkat dalam beberapa hari terakhir menjelang 17 Agustus sehingga modal yang telah dikeluarkan dapat kembali dan memberikan keuntungan.
Di tengah perkembangan perdagangan daring, keberadaan lapak pedagang bendera di jalan-jalan juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan.
Dengan waktu yang tersisa lima hari, para pedagang di Panton Labu masih berharap suasana menjelang 17 Agustus dapat mendorong peningkatan permintaan bendera Merah Putih dan atribut kemerdekaan lainnya.***



