Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan Isi Hunian dan Jadup Rp11,2 Miliar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana melalui program bantuan isi hunian dan jaminan hidup (Jadup) tahap III. Total anggaran yang tercatat dalam daftar penerima mencapai Rp11.216.850.000. |
Dari total tersebut, bantuan isi hunian mencapai Rp9.825.000.000, sedangkan bantuan jaminan hidup (Jadup) sebesar Rp1.391.850.000.
Penyaluran bantuan tersebut mencakup masyarakat di sejumlah wilayah Aceh Utara. Untuk bantuan isi hunian, penerimanya tersebar di Kecamatan Banda Baro, Dewantara, Kuta Makmur, Nibong, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Pirak Timu, Samudera, dan Seunuddon.
Sementara itu, bantuan Jadup tahap III disalurkan kepada masyarakat Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 230 kepala keluarga (KK) atau 1.031 jiwa, dengan total nilai Rp1.391.850.000.
Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom., menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan setelah menghadapi bencana.
Menurutnya, bantuan Jadup dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari keluarga penerima. Sementara bantuan isi hunian diharapkan membantu masyarakat menata kembali tempat tinggal sehingga dapat dihuni dengan lebih layak dan nyaman.
Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah bukan hanya mengenai besaran nominal yang diterima masyarakat. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah bagi warga yang tengah menghadapi kondisi sulit.
“Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, mereka tidak berjalan sendiri,” demikian pesan Bupati yang disampaikan dalam sambutannya.
Pemkab Aceh Utara, kata Bupati, akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta berbagai pihak terkait untuk menangani kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Kepada para penerima bantuan, masyarakat diingatkan agar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan dan memprioritaskan kepentingan keluarga yang paling mendesak.
Bantuan tersebut juga diharapkan tidak dipandang sebagai akhir dari proses pemulihan. Sebaliknya, bantuan menjadi salah satu modal awal bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan setelah mengalami bencana.
“Jadikan bantuan ini sebagai awal untuk kembali bangkit. Sebagaimana slogan kita bersama, yaitu ‘Aceh Utara Bangkit’,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, beraktivitas, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana di daerah tersebut.
Pemerintah daerah berharap koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat sehingga penanganan berbagai persoalan masyarakat dapat dilakukan secara bersama-sama dan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.**"




