DKPPP Lhokseumawe Dorong Ibu-Ibu Kreatif Kembangkan Produk Olahan Perikanan
Font Terkecil
Font Terbesar
LHOKSEUMAWE | PASESATU.COM – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe mendorong pengolah hasil perikanan, khususnya pelaku usaha rumah tangga, untuk mengembangkan produk olahan yang beragam, bermutu dan aman dikonsumsi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan yang digelar di DKPPP Kota Lhokseumawe, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Muhammad Nur Fajri.
Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, SKH., M.S.M., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat mendorong tumbuhnya usaha pengolahan hasil perikanan di tingkat rumah tangga.
“Harapannya, pelatihan ini dapat menggerakkan perekonomian rumah tangga, khususnya melalui peran ibu-ibu kreatif dalam mengembangkan usaha olahan hasil perikanan,” ujar Cut Elya.
Menurutnya, pemahaman mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha tersebut. Dengan penerapan standar produksi yang baik, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki mutu dan keamanan yang lebih terjamin.
“Dengan memahami CPPOB, produk olahan hasil perikanan diharapkan semakin bermutu dan aman untuk dikonsumsi, baik oleh keluarga maupun masyarakat luas,” katanya.
Cut Elya menilai, pengembangan produk olahan juga dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. Bahan baku ikan yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan daya simpan lebih panjang.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Nur Fajri menjelaskan diversifikasi dapat dilakukan melalui berbagai produk, antara lain kerupuk ikan, abon ikan, nugget ikan hingga produk berbahan rumput laut.
“Diversifikasi produk hasil perikanan merupakan upaya mengolah hasil perikanan menjadi berbagai jenis produk baru yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, tingkat kepercayaan dan pasar lebih luas,” ujar Fajri.
Ia mengatakan diversifikasi juga dapat mengurangi kerugian akibat hasil tangkapan yang tidak terjual sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi nelayan dan pelaku usaha.
Selain diversifikasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai aspek keamanan pangan, termasuk sanitasi dan higiene, pengendalian proses, pengemasan dan pelabelan, penyimpanan serta pengangkutan produk.
Fajri menegaskan, penerapan CPPOB penting karena produk perikanan termasuk bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan dan memiliki potensi bahaya biologis, kimia maupun fisik.
Melalui kegiatan tersebut, DKPPP Kota Lhokseumawe berharap pengolah hasil perikanan semakin mampu menghasilkan produk yang kreatif, bermutu dan aman, sekaligus menjadikan pengolahan hasil perikanan sebagai salah satu sumber penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.***



