Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Nasional Aceh Utara, Ganggu Pengguna Jalan
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di kawasan Desa Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan karena dinilai mengganggu kebersihan lingkungan, kenyamanan pengguna jalan, serta citra daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (9/6/2026), berbagai jenis sampah rumah tangga dan limbah lainnya terlihat menumpuk di pinggir jalan nasional. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga ke badan jalan dan mengganggu masyarakat maupun pengendara yang melintas.
Selain mengurangi keindahan lingkungan, keberadaan tumpukan sampah di salah satu jalur utama penghubung Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara itu juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Jalan Nasional Medan–Banda Aceh merupakan salah satu jalur strategis yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan dari berbagai daerah. Karena itu, kondisi kebersihan di sepanjang jalur tersebut dinilai penting untuk dijaga sebagai bagian dari wajah daerah di mata masyarakat maupun pengguna jalan dari luar daerah.
Persoalan sampah di kawasan tersebut diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah hingga keterbatasan sarana pendukung, seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan sistem pengangkutan sampah yang memadai.
Selain itu, tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama berisiko menyumbat saluran drainase di sekitar jalan. Kondisi tersebut dapat memicu genangan air saat musim hujan serta menjadi tempat berkembangnya lalat dan berbagai sumber penyakit lainnya.
Ceceran sampah yang meluas hingga mendekati badan jalan juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama saat tertiup angin atau terbawa aliran air ke permukaan jalan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut. Upaya yang dinilai penting antara lain pembersihan area yang telah tercemar sampah, penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai, peningkatan pengawasan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Penanganan yang efektif tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjaga kenyamanan pengguna jalan serta memperkuat citra positif Kabupaten Aceh Utara sebagai daerah yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.***


