BERITA TERKINI

Ekonomi Rakyat Terpuruk, Ketua Lentera Milenial Aceh Soroti Nasib 40 Ribu UMKM

Ekonomi Rakyat Terpuruk, Ketua Lentera Milenial Aceh Soroti Nasib 40 Ribu UMKM
Ketua Lentera Milenial Aceh, Syibral Mulasi, S.H. Dok Ist

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya meninggalkan kerusakan pada infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga memukul sektor ekonomi masyarakat. Sedikitnya 40 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut.

Kondisi ini menjadikan bencana tersebut sebagai salah satu pukulan terberat bagi perekonomian lokal dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pelaku UMKM kehilangan tempat usaha, sementara stok barang dan peralatan yang digunakan untuk berusaha rusak atau hanyut terbawa arus.

Selain itu, terganggunya akses distribusi dan pasar menyebabkan para pelaku usaha kesulitan menjalankan kembali aktivitas ekonomi mereka. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan keberlangsungan usaha masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Ketua Lentera Milenial Aceh, Syibral Mulasi, S.H., menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan langkah cepat dari pemerintah agar para pelaku UMKM tidak semakin terpuruk.

"Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi juga krisis ekonomi bagi masyarakat kecil. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang konkret, mulai dari bantuan modal, pemulihan akses pasar, hingga program pendampingan bagi UMKM terdampak," ujar Syibral dalam keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, tanpa intervensi kebijakan yang tepat dan cepat, ribuan pelaku UMKM berpotensi mengalami kebangkrutan permanen. Ia juga menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil.

Syibral mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan sejumlah langkah strategis, seperti relaksasi kredit, bantuan langsung bagi pelaku usaha, serta percepatan pemulihan infrastruktur ekonomi di wilayah terdampak.

"UMKM merupakan sektor yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi penopang ekonomi daerah. Jika pemulihannya lambat, dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akan semakin besar," katanya.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, para pelaku UMKM di Aceh Utara kini terus berupaya bangkit dari keterpurukan. Mereka berjuang mempertahankan usaha dan sumber penghidupan sembari berharap adanya kebijakan nyata dan dukungan dari pemerintah.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, harus menjadi salah satu prioritas dalam setiap kebijakan penanganan dan pemulihan pascabencana. Tanpa langkah yang terukur dan berkelanjutan, proses pemulihan dikhawatirkan akan berjalan lambat dan meninggalkan dampak sosial-ekonomi yang berkepanjangan.***