Dinas Kesehatan Aceh Utara Imbau Warga Waspada Penyakit Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Menurut Nurzahri, suhu udara yang panas dan berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, heat stroke atau serangan panas, serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Kondisi cuaca panas dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Karena itu, diperlukan langkah antisipasi sejak dini," kata Nurzahri, Sabtu (27/6/2026).
Ia meminta seluruh tenaga kesehatan di puskesmas untuk lebih proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama cuaca panas. Edukasi tersebut meliputi anjuran memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat terik matahari, menggunakan pakaian yang nyaman, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti pusing, lemas, demam tinggi, atau sesak napas.
Selain upaya edukasi, Dinas Kesehatan Aceh Utara juga menginstruksikan seluruh puskesmas agar memastikan ketersediaan obat-obatan, cairan infus, dan logistik kesehatan lainnya sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
"Petugas kesehatan harus sigap dalam memberikan pelayanan kepada pasien, sekaligus terus mengedukasi masyarakat agar dapat mencegah dampak buruk cuaca panas ekstrem terhadap kesehatan," ujar Nurzahri.
Ia menambahkan, koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menjadi hal penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus penyakit yang dipicu oleh perubahan cuaca.
Dinas Kesehatan Aceh Utara berharap sinergi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dapat meminimalkan risiko penyakit akibat cuaca ekstrem serta menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap prima.
Masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan cairan tubuh, dan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama periode cuaca panas berlangsung.***


