BERITA TERKINI

Badan Jalan Irigasi Jambo Aye–Langkahan Turun Pascabanjir, Warga Minta Penanganan Segera


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Badan jalan irigasi Jambo Aye–Langkahan di Kabupaten Aceh Utara dilaporkan mengalami penurunan elevasi akibat diterjang banjir. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu sistem pengairan dan berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian apabila tidak segera ditangani.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelimpahan air ke badan jalan kerap terjadi pada ruas irigasi BJA IV hingga BJA V di wilayah Desa Simpang Tiga dan Desa Pante Gaki Balee. Kondisi itu diduga dipicu oleh sedimentasi yang menyebabkan saluran irigasi menjadi dangkal, ditambah penurunan badan jalan akibat terjangan banjir.


Saat petugas melakukan suplai air untuk mengairi areal persawahan di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Pante Bidari, Madat, hingga Simpang Ulim, peningkatan debit air berpotensi meluap ke badan jalan pada titik-titik yang elevasinya telah menurun.


Tokoh masyarakat, Razali Yusuf, meminta instansi terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, segera mengambil langkah penanganan terhadap titik-titik yang rawan pelimpahan air.


"Kami berharap pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I segera menanggulangi titik-titik yang sering mengalami pelimpahan air. Jika dibiarkan, bukan hanya jalan yang rusak, tetapi juga dapat mengganggu distribusi air ke lahan pertanian masyarakat," kata Razali.


Ia juga meminta dilakukan normalisasi menyeluruh terhadap jaringan irigasi Jambo Aye–Langkahan. Menurutnya, endapan lumpur yang cukup tebal masih terdapat di sejumlah saluran.


"Pekerjaan normalisasi sebelumnya belum mampu mengangkat seluruh endapan lumpur karena saat itu pekerjaan dilakukan ketika pintu air masih dibuka. Akibatnya, banyak sedimen yang masih tertinggal di dasar saluran," ujarnya.


Selain sedimentasi, Razali menyoroti kondisi pintu-pintu air yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, sebagian pintu air mengalami kerusakan sehingga tidak lagi berfungsi optimal dalam mengatur debit air.


Sementara itu, Ketua UPI DI Jambo Aye, Setia Budi, Senin (29/6/2026), mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya normalisasi pascabanjir. Ia menyebut sedimentasi yang terjadi sangat tinggi akibat material yang terbawa arus banjir.


"Pasca banjir, sedimentasi memang sangat banyak. Bahkan sebagian aspal jalan sempat terbawa arus sehingga ketinggian badan jalan mengalami penurunan," kata Setia Budi.


Ia menambahkan, badan jalan yang juga berfungsi sebagai tanggul irigasi tersebut telah diperbaiki dan ditimbun kembali menggunakan material oleh pihak yang menangani pekerjaan jalan. Namun, penanganan badan jalan bukan merupakan kewenangan UPI.


"Untuk persoalan badan jalan, itu merupakan tugas PJL dan tidak masuk dalam tanggung jawab UPI. Meski demikian, kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait agar permasalahan ini dapat segera ditangani," ujarnya.


Masyarakat berharap adanya sinergi antara Balai Wilayah Sungai Sumatera I, PJL, dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat penanganan badan jalan serta normalisasi jaringan irigasi. Langkah tersebut dinilai penting agar fungsi pengairan tetap berjalan optimal dan produktivitas pertanian di wilayah layanan Irigasi Jambo Aye–Langkahan tidak terganggu.***

Penulis : Abdul Rafar