Ratusan Korban Kebakaran di Lhokseumawe Mengungsi
LHOKSEUMAWE | PASESATU.COM - Sebagian korban kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Lhokseumawe saat ini mengungsi di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pusong, Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, mengatakan sebanyak 31 kepala keluarga (KK) nonmuslim untuk sementara ditempatkan di lokasi tersebut.
“Pengungsi yang berada di Gereja HKBP Pusong berjumlah 31 KK. Seluruhnya telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim medis,” kata Mirdha, Senin (7/5/2026).
Ia menjelaskan, dari sekitar 100 jiwa yang mengungsi di gereja tersebut, terdapat dua penyandang disabilitas, tiga ibu hamil, serta 15 balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Mon Geudong guna memastikan kondisi para pengungsi tetap terpantau.
“Sebanyak 24 orang mendapatkan penanganan medis dengan keluhan terbanyak berupa hipertensi dan gastritis,” ujarnya.
Salah seorang korban kebakaran, Riska Panjaitan, mengaku hanya sempat menyelamatkan dokumen penting saat api mulai membesar dan melalap permukiman warga.
“Kejadiannya sangat cepat. Saya hanya bisa membawa dokumen penting, sementara barang-barang lainnya tidak sempat diselamatkan,” kata Riska.
Riska bersama ibu dan anaknya kini mengungsi di Gereja HKBP Pusong setelah rumah yang mereka tempati hangus terbakar.
Menurut dia, seluruh anggota keluarga langsung menyelamatkan diri ketika api mulai merembet ke rumah-rumah warga.
“Setelah diperiksa kesehatan, kondisi saya dan kandungan dalam keadaan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman di Lhokseumawe mengakibatkan sedikitnya 84 unit rumah terbakar. Sebanyak 85 kepala keluarga dengan total 271 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke sejumlah lokasi penampungan sementara.
Pemerintah daerah menyebutkan para korban saat ini tersebar di beberapa titik pengungsian, termasuk di Kompleks Perdede dan kawasan pesisir pantai, guna memastikan keselamatan serta kenyamanan warga terdampak kebakaran. ***



