BERITA TERKINI

Penjualan Mangga Madu di Perbatasan Aceh Timur–Aceh Utara Meningkat, Pedagang Raup Keuntungan Musiman

Penjualan Mangga Madu di Perbatasan Aceh Timur–Aceh Utara Meningkat, Pedagang Raup Keuntungan Musiman

ACEH TIMUR | PASESATU.COM
— Penjualan Mangga Madu di kawasan perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Aktivitas perdagangan buah musiman tersebut terlihat ramai di Desa Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (15/5/2026).

Mangga Madu asal Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dijual dengan harga berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Harga yang relatif terjangkau serta rasa buah yang manis membuat permintaan masyarakat terus meningkat, terutama pada sore hingga malam hari.

Ramainya pembeli turut memberikan dampak ekonomi bagi pedagang musiman di kawasan perbatasan. Dalam sehari, pedagang mengaku mampu menjual puluhan kilogram mangga kepada pengguna jalan maupun warga sekitar.

Salah seorang pedagang, Rafly Raden, mengatakan Mangga Madu dari Banda Aceh dan Aceh Besar menjadi salah satu jenis buah yang paling diminati masyarakat saat ini.

“Pembeli cukup ramai setiap hari. Banyak warga sengaja berhenti untuk membeli karena rasa mangga ini manis dan harganya masih terjangkau,” ujar Rafly.

Menurutnya, lokasi penjualan yang berada di jalur strategis perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara turut mendukung tingginya aktivitas perdagangan. Arus kendaraan yang padat membuat banyak pengguna jalan memilih singgah untuk membeli buah segar.

Selain meningkatkan pendapatan pedagang musiman, tingginya penjualan Mangga Madu juga dinilai ikut menggerakkan ekonomi kecil masyarakat di kawasan perbatasan. Aktivitas jual beli di pinggir jalan tersebut menjadi salah satu peluang usaha musiman yang memberi tambahan penghasilan bagi warga setempat.

Fenomena meningkatnya perdagangan buah musiman ini juga menghadirkan suasana ekonomi yang lebih hidup di kawasan perbatasan, terutama saat musim panen mangga berlangsung di sejumlah daerah di Aceh.***

Penulis: Abdul Rafar