Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara Hadapi Dampak Kebijakan Baru JKA
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Warga di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh Utara masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Kerusakan rumah, kehilangan harta benda, serta terganggunya aktivitas ekonomi masih dirasakan hingga kini.
Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada perubahan kebijakan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang mulai berlaku pada 1 Mei 2026. Dalam kebijakan terbaru, warga yang masuk kategori desil 8, 9, dan 10 tidak lagi menjadi penerima manfaat program tersebut.
Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama terkait akses layanan kesehatan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Rumah kami belum selesai diperbaiki, atap masih bocor. Kalau hujan turun, kami hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya,” ujar seorang warga, Kamis (2/4/2026). “Kalau ada anggota keluarga yang sakit, kami belum tahu harus berobat dengan biaya dari mana.”
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian warga masih tinggal di rumah yang belum layak huni. Ada pula yang sementara waktu menumpang di rumah kerabat. Aktivitas sehari-hari, termasuk memasak dan bekerja, belum sepenuhnya kembali normal.
Selain itu, kondisi kesehatan masyarakat juga mulai terdampak. Beberapa warga mengeluhkan penyakit seperti gatal-gatal, batuk, dan demam yang dialami setelah banjir. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kondisi tersebut.
Seorang ibu mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan anaknya yang kerap mengalami demam.
“Sebelumnya kami tidak terlalu khawatir jika sakit karena ada jaminan. Sekarang kami harus lebih berhati-hati,” katanya.
Pemerintah Aceh menyatakan bahwa kebijakan penyesuaian JKA dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran. Warga dengan kategori kurang mampu tetap mendapatkan jaminan, termasuk untuk penanganan penyakit berat atau katastropik seperti cuci darah.
Namun demikian, sejumlah pihak menilai perlu adanya evaluasi terhadap data penerima manfaat agar lebih mencerminkan kondisi riil masyarakat, terutama bagi warga yang baru terdampak bencana.
Hingga saat ini, warga terdampak banjir di Aceh Utara masih berupaya membangun kembali kehidupan mereka. Di tengah keterbatasan yang ada, akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama.***
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul


