Warga Enam Desa di Pante Bidari Patungan Sewa Alat Berat untuk Bersihkan Irigasi Pasca Banjir
ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Warga dari enam desa di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, secara swadaya patungan menyewa alat berat untuk membersihkan saluran irigasi yang tertimbun material banjir. Langkah tersebut dilakukan karena hingga kini saluran irigasi belum mendapat penanganan dari pihak terkait.
Enam desa yang terdampak meliputi Gampong Buket Kareung, Seuneubok Saboh, Seuneubok Tuha, Alue Mirah, Pante Rambong, dan Pante Labu.
Tokoh masyarakat setempat, Zulkifli Aneuk Syuhada, mengatakan kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena saluran irigasi merupakan fasilitas yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Ini sangat memprihatinkan. Masyarakat harus patungan untuk menyewa alat berat, sementara irigasi itu jelas menjadi tanggung jawab pemerintah. Jangan sampai pemerintah tutup mata,” ujar Zulkifli, Sabtu (25/4).
Menurutnya, saluran irigasi yang tertimbun material banjir menyebabkan pasokan air ke area persawahan terputus total. Akibatnya, para petani belum dapat kembali menggarap sawah untuk musim tanam padi pascabanjir.
Ia menilai, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat desa yang selama ini menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian.
“Petani mau hidup dari mana kalau sawah tidak bisa digarap. Ini bukan persoalan kecil, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat,” katanya.
Zulkifli juga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menangani dampak banjir, khususnya pada sektor pertanian di wilayah Kemukiman Blang Seunong.
“Sampai hari ini masyarakat masih berjuang sendiri. Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah segera memprioritaskan pembersihan saluran irigasi agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk memulihkan saluran irigasi sehingga petani dapat kembali turun ke sawah.***


