Kementerian Pertahanan Dorong Pembangunan Batalyon Teritorial di Seluruh Kabupaten
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA | PASESATU.COM - Kementerian Pertahanan berencana mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menuntaskan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di seluruh kabupaten di Indonesia. Program ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan di tingkat daerah.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan strategi pemerintah dalam menjaga kedaulatan negara melalui pendekatan pertahanan yang bersifat aktif dan defensif. Selain itu, stabilitas nasional dinilai menjadi syarat utama dalam mendukung pembangunan.
Menurut Sjafrie, Presiden memberikan arahan agar seluruh wilayah kabupaten mendapatkan pengamanan yang optimal. Untuk itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ditugaskan membangun satu batalyon untuk setiap kabupaten.
“Presiden memerintahkan kita untuk menjaga seluruh kabupaten. Oleh karena itu, Panglima TNI ditugaskan membangun satu batalyon untuk menjaga satu kabupaten,” ujar Sjafrie dalam kegiatan Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, sebagaimana dikutip dari Lemhannas, Minggu (19/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan batalyon teritorial tidak hanya berfungsi dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah melalui interaksi langsung dengan warga.
Selain itu, TNI sebagai bagian dari sistem pengamanan nasional dinilai memiliki peran penting dalam memastikan keamanan seluruh unsur pemerintahan, termasuk pemerintah daerah, agar dapat menjalankan tugas dan fungsi secara optimal.
Sebagai catatan, hingga tahun 2025 pemerintah telah membangun sekitar 150 batalyon. Jumlah tersebut direncanakan terus bertambah hingga mencapai sekitar 514 batalyon, menyesuaikan jumlah kabupaten di Indonesia.
Rencana ini juga sejalan dengan kebijakan Panglima TNI yang kembali mengaktifkan tugas dan jabatan Kepala Staf Teritorial, posisi yang sebelumnya dihapus sejak Oktober 2001. Pada Maret 2026, Panglima menunjuk Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Pangkogabwilhan III, sebagai Kepala Staf Teritorial TNI.***
Sumber : lemhannas.go.id


