Ilalang Menggantikan Padi: Ketika Sawah Belum Pulih Pascabanjir
ACEH UTARA | PASESATU.COM - Hamparan sawah itu tak lagi menampilkan warna hijau padi seperti musim-musim sebelumnya. Yang tumbuh justru ilalang liar, menjalar cepat, dan kini mendominasi lahan yang dulu menjadi sumber penghidupan warga.
Banjir memang telah surut dalam beberapa waktu terakhir. Namun, bagi sebagian petani, dampaknya belum benar-benar berakhir. Lumpur masih tersisa di sejumlah titik, sementara aktivitas pertanian belum sepenuhnya kembali berjalan.
“Kami hanya bisa menunggu, kapan bisa kembali menggarap sawah,” ujar Nurdin, seorang petani setempat, saat ditemui di area persawahan.
Menurutnya, yang ditunggu bukan hanya kondisi tanah yang membaik, tetapi juga kepastian mengenai langkah pemulihan. Hingga kini, sebagian petani masih berada dalam situasi serba tidak pasti.
Di beberapa petak lahan, ilalang tumbuh tanpa kendali. Tidak ada upaya pembersihan yang signifikan, sementara petani mengaku kesulitan memulai kembali aktivitas tanam dalam kondisi lahan yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini membuat sebagian warga memilih menunda pengolahan sawah. Selain faktor teknis, keterbatasan sumber daya juga menjadi pertimbangan.
Sejumlah petani berharap ada percepatan penanganan pascabanjir, baik dalam bentuk bantuan teknis maupun dukungan lain yang memungkinkan mereka kembali berproduksi.
Sementara itu, hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah lanjutan pemulihan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Bagi para petani, waktu terus berjalan. Di tengah sawah yang berubah, mereka bukan hanya menunggu musim tanam berikutnya, tetapi juga kepastian—agar lahan yang selama ini menjadi tumpuan hidup bisa kembali memberi hasil.***
