BERITA TERKINI

BPMP Aceh Gelar Pendataan di Gedung K3S, Publik Minta Sekolah Terdampak Bencana Segera Ditangani


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh menggelar kegiatan pendataan sekolah terdampak bencana di Gedung K3S Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (2/4/2026).

Pantauan media di lokasi, kegiatan tersebut menggunakan dokumen resmi bertajuk “Instrumen Pemutakhiran Data Sekolah Terdampak Bencana” yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BPMP Provinsi Aceh Tahun 2026.

Pendataan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemetaan terhadap kondisi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, khususnya pascabanjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara, termasuk Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Seunuddon.

Meski langkah tersebut dinilai penting, masyarakat berharap kegiatan itu tidak berhenti pada pendataan semata, melainkan segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak maupun terganggu.

Sekolah Tak Boleh Terlupakan Pascabencana
Bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Aceh Utara beberapa waktu lalu tidak hanya memukul warga dari sisi tempat tinggal dan ekonomi, tetapi juga meninggalkan dampak serius terhadap sektor pendidikan.

Sejumlah sekolah di kawasan terdampak disebut mengalami gangguan, baik pada lingkungan sekolah, fasilitas belajar, hingga aktivitas pendidikan yang belum sepenuhnya kembali normal.

Karena itu, proses pendataan yang digelar BPMP Aceh dinilai penting untuk menginventarisasi kondisi nyata di lapangan. Namun di mata publik, persoalan utamanya bukan hanya soal data, melainkan seberapa cepat pemerintah bergerak setelah data itu terkumpul.

“Kalau hanya didata tapi tidak segera dibantu, maka anak-anak tetap yang dirugikan. Sekolah itu harus cepat dipulihkan,” ujar seorang warga di wilayah terdampak.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran masyarakat bahwa lambannya penanganan pascabencana dapat berdampak langsung pada proses belajar mengajar serta kenyamanan siswa saat kembali bersekolah.

Kegiatan pendataan tersebut berlangsung di Gedung K3S Kecamatan Tanah Jambo Aye yang selama ini menjadi salah satu titik koordinasi pendidikan di tingkat kecamatan.

M. Yusuf, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua K3S Kecamatan Tanah Jambo Aye, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur K3S dinilai penting untuk mendukung proses pengumpulan data sekolah terdampak sekaligus mempercepat koordinasi antara satuan pendidikan dengan pihak-pihak terkait.

Pendataan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melihat secara lebih rinci tingkat kerusakan, kebutuhan mendesak, serta langkah penanganan yang harus segera dilakukan di masing-masing sekolah.

Pendataan sekolah terdampak bencana seharusnya menjadi langkah awal, bukan akhir dari penanganan. Sebab, yang paling dibutuhkan sekolah-sekolah terdampak saat ini bukan hanya formulir dan dokumen, melainkan kepastian bantuan, percepatan pemulihan, dan keberpihakan nyata terhadap dunia pendidikan.

Publik pun meminta agar pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan lembaga terkait segera menindaklanjuti hasil pendataan tersebut dengan kebijakan yang cepat, tepat, dan benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.

Jika penanganan berlangsung lambat, maka yang paling besar menanggung dampaknya adalah para siswa anak-anak yang seharusnya bisa kembali belajar dalam lingkungan yang aman, bersih, dan layak.***

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul