BERITA TERKINI

Aktivis HAM Pimpin Aksi di Depan Pendopo Bupati, Data Bantuan Korban Banjir Aceh Timur Disorot


ACEH TIMUR | PASESATU.COM
— Aktivis HAM Aceh, Ronny H, memimpin aksi demonstrasi di depan Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (2/4/2026), sebagai bentuk solidaritas terhadap korban banjir sekaligus desakan terbuka agar pemerintah segera mengevaluasi data bantuan yang dinilai masih simpang siur.

Aksi yang berlangsung di Idi Rayeuk itu menyuarakan keresahan masyarakat terhadap proses pendataan dan penyaluran bantuan bagi korban banjir yang dianggap belum sepenuhnya akurat dan tepat sasaran.

Dalam aksi tersebut, massa membawa poster bertuliskan “Aksi Solidaritas untuk Korban Banjir Aceh Timur, Evaluasi Data Bantuan yang Simpang Siur!”. Poster itu menjadi simbol protes atas ketidakjelasan data penerima bantuan di tengah penderitaan warga yang hingga kini masih berjuang bangkit pascabanjir.

Aksi demonstrasi ini turut mendapat perhatian serius karena dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Aceh Timur, perwakilan BNPB, Kapolres Aceh Timur, Kepala Dinas Sosial, BPBD, serta Dandim 0104/Aceh Timur.


Aksi solidaritas ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga seruan moral agar pemerintah daerah dan instansi terkait lebih serius dalam menangani dampak bencana. Massa mendesak agar dilakukan verifikasi ulang terhadap seluruh data korban banjir dan penerima bantuan.

Menurut mereka, persoalan data bukan hal sepele. Kesalahan pendataan dapat berujung pada ketidakadilan sosial, memicu kecemburuan di tengah masyarakat, dan memperlambat proses pemulihan warga yang kehilangan harta benda akibat banjir.

Warga juga meminta agar seluruh proses pendataan dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan melibatkan aparatur desa, tokoh masyarakat, serta unsur pengawasan independen, sehingga tidak ada lagi ruang bagi kekeliruan maupun dugaan permainan data.

Korban Butuh Penanganan Nyata
Di tengah kondisi pascabanjir yang belum sepenuhnya pulih, warga berharap pemerintah tidak hanya terpaku pada urusan administrasi, tetapi juga fokus pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Kebutuhan tersebut meliputi bahan pokok, perlengkapan rumah tangga, layanan kesehatan, hingga pemulihan tempat tinggal bagi warga yang terdampak.

Aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan persoalan sosial dan birokrasi yang harus segera dituntaskan.

Masyarakat berharap, suara yang disampaikan melalui aksi ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah, agar penanganan korban banjir di Aceh Timur tidak berhenti pada janji, melainkan diwujudkan melalui langkah cepat, adil, dan transparan.***


Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul