BERITA TERKINI

Air PAM Terhenti di Pantonlabu, Pedagang dan Warga Tanggung Beban Tambahan


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Distribusi air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) di kawasan Pantonlabu dilaporkan terhenti dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, baik pelaku usaha kecil maupun warga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.


Muhammad, pedagang nasi di Kota Pantonlabu, mengaku harus mengeluarkan sekitar Rp50.000 per hari untuk membeli air bersih agar usahanya tetap berjalan. Menurutnya, beban tersebut semakin berat di tengah kenaikan harga bahan pokok.


“Keuntungan kami sudah tipis, sekarang dipotong lagi untuk beli air. Belum lagi harga plastik dan minyak goreng curah yang terus naik,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).


Selain pedagang, warga juga merasakan dampak serupa. Siti (35), seorang ibu rumah tangga, mengatakan ia harus membeli air untuk kebutuhan memasak dan mencuci karena tidak ada pasokan dari PAM.


“Biasanya kami pakai air PAM untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang harus beli, itu pun kadang sulit didapat,” katanya.


Sejumlah pelaku usaha kecil lainnya mengaku terpaksa tetap beroperasi di tengah keterbatasan. Mereka harus menambah biaya operasional demi menjaga usaha tetap berjalan dan melayani pelanggan.


Air bersih sebagai kebutuhan dasar kini menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Terhentinya distribusi tanpa kepastian waktu pemulihan membuat warga harus mencari alternatif secara mandiri, dengan konsekuensi biaya yang tidak sedikit.


Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan distribusi air bersih. Mereka menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, tidak hanya aktivitas sehari-hari yang terganggu, tetapi juga keberlangsungan usaha kecil sebagai penopang ekonomi masyarakat.***

Penulis : Abdul Rafar