BERITA TERKINI

Dana Meugang Bantuan Presiden Belum Cair, Geuchik dan Pemilik Lembu di Aceh Utara Terlilit Utang

Dana Meugang Bantuan Presiden Belum Cair, Geuchik dan Pemilik Lembu di Aceh Utara Terlilit Utang
Foto Ilustrasi 

ACEH UTARA | PASESATU.COM  — Bantuan dana meugang Hari Raya Idul Fitri yang disebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto dilaporkan belum juga dicairkan di sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Utara. Kondisi ini menyebabkan geuchik dan pemilik lembu terjerat utang akibat transaksi yang belum terselesaikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, sejumlah pemilik ternak mengaku belum menerima pembayaran atas lembu yang telah disalurkan untuk kebutuhan meugang. Sementara itu, aparatur gampong menyebut belum menerima dana yang dijanjikan, sehingga belum dapat melunasi kewajiban tersebut.

“Kami sudah serahkan lembu sejak sebelum lebaran, tapi sampai sekarang belum dibayar. Sementara kami juga punya kewajiban lain,” ujar seorang pemilik ternak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Di sisi lain, geuchik berada dalam posisi tertekan karena menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan tuntutan pembayaran dari masyarakat. Mereka mengaku belum bisa berbuat banyak karena dana yang diharapkan belum masuk ke kas gampong.

Situasi ini memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat. Hubungan antara geuchik dan pemilik lembu yang sebelumnya harmonis mulai terganggu. Beberapa warga bahkan menyebut munculnya sikap saling menghindar akibat rasa sungkan dan ketidaknyamanan.

“Ini bukan sekadar soal uang, tapi sudah menyangkut kepercayaan. Kalau tidak ada kejelasan, hubungan di gampong bisa rusak,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait penyaluran dana bantuan tersebut. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih luas.

Tradisi meugang yang selama ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Aceh kini terancam tercoreng akibat persoalan pembayaran. Keterlambatan pencairan dana tidak hanya berdampak pada ekonomi warga, tetapi juga merembet pada kepercayaan sosial di tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pencairan dana bantuan meugang tersebut.***


Penulis : Redaksi