SMP IT Samudera Pasai Siapkan 1.000 Kuota Sekolah Gratis bagi Anak Terdampak Banjir
ACEH UTARA | PASESATU.COM — SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia menyiapkan 1.000 formulir pendaftaran gratis bagi calon siswa baru di Aceh Utara, menyasar anak-anak dari keluarga terdampak banjir dan kelompok ekonomi lemah.
Program ini diumumkan di tengah proses pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pihak sekolah menyatakan, akses pendidikan tidak boleh terhenti akibat kondisi ekonomi keluarga yang menurun setelah bencana.
Ketua Yayasan Tahfidzul Qur’an Samudera Pasai Mulia mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terdampak.
“Kesulitan ekonomi tidak boleh menghalangi anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Program pendidikan gratis ini mencakup pembebasan biaya sekolah serta penyediaan perlengkapan belajar. Sekolah menyiapkan seragam, mukena, sajadah, baju koko, hingga topi bagi siswa yang diterima.
Ustadz Muhammad, yang akrab disapa “Mr”, menyebutkan program ini tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua, tetapi juga menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Ini bukan sekadar sekolah gratis, tetapi upaya memastikan anak-anak tetap memiliki harapan dan masa depan,” katanya.
Yayasan Tahfidzul Qur’an Samudera Pasai Mulia sebelumnya telah menjalankan program pendampingan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu sejak 2019 melalui Aceh Orphan Center (AOCC). Kegiatan tersebut mencakup pembinaan pendidikan dan dukungan sosial bagi anak-anak rentan.
Pembina yayasan, As Syarif Teuku Haji Badruddin Syah ZFA, menegaskan pendidikan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pendidikan adalah dasar yang kokoh bagi kemajuan bangsa. Kami berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi unggul dan menjadi rujukan pendidikan Islam terpadu di Aceh Utara,” ujarnya.
Adapun persyaratan pendaftaran meliputi ijazah terakhir tingkat SD/MI, Kartu Keluarga, KTP orang tua, Kartu Program Indonesia Pintar (PIP), serta surat keterangan yatim bagi calon siswa yang memenuhi kriteria.
Pihak sekolah berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak anak di Aceh Utara yang berisiko putus sekolah akibat dampak bencana, sekaligus mempercepat pemulihan sektor pendidikan di daerah tersebut.(*)
