Semarak Pawai Obor Takbiran di Pelosok Negeri, Merah Putih Berkibar di Tengah Lantunan Takbir
ACEH TIMUR | PASESATU.COM— Lantunan takbir menggema memecah sunyi malam di Dusun Tanjong Meuleuwek, Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (20/3/2026). Puluhan warga turun ke jalan, menggelar pawai obor untuk menyambut Idulfitri. Di antara nyala api yang menari, Bendera Merah Putih berkibar tegak menghadirkan pemandangan yang sekaligus syahdu dan menggugah.
Cahaya obor bambu menerangi sudut-sudut dusun yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berjalan beriringan, melantunkan takbir dengan penuh semangat. Suasana hangat dan kebersamaan terasa kental, seolah menghapus jarak dan keterbatasan yang selama ini mereka hadapi.
Pemandangan paling mencolok tampak pada iring-iringan yang membawa Sang Saka Merah Putih. Di tengah gemerlap api dan gema takbir, bendera itu berdiri tegak—menjadi simbol pertautan nilai keimanan dan kebangsaan yang hidup dalam keseharian warga.
Di balik kemeriahan, terselip kisah yang tak sepenuhnya terang. Sejumlah warga di dusun tersebut masih berjuang pulih dari musibah yang melanda beberapa waktu lalu. Namun, kondisi itu tak menyurutkan langkah mereka. Pawai obor tetap digelar, menjadi penanda bahwa harapan belum padam.
Anak-anak tampak ceria menggenggam obor, sementara orang dewasa sigap mendampingi jalannya pawai. Takbir yang terus berkumandang mempertebal suasana khidmat sekaligus meriah di malam kemenangan.
Tradisi pawai obor di pelosok desa ini kembali menegaskan satu hal: semangat menyambut Idulfitri tetap hidup, bahkan di wilayah yang jauh dari pusat keramaian. Di tengah keterbatasan, cahaya obor menjadi simbol sederhana—tentang kebersamaan, keteguhan, dan keyakinan untuk bangkit.
“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Walillahilhamd!”.(*)
