Cabai Rawit Hilang dari Pasar, Panton Labu Tetap Bergemuruh Jelang Lebaran
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Di tengah riuh transaksi dan lonjakan pembeli menjelang hari raya, satu komoditas penting justru menghilang dari peredaran: cabai rawit. Pasar tradisional di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Panton Labu, tetap padat pada Jumat (20/3/2026) pagi, meski para pedagang mengaku sudah berhari-hari tak menerima pasokan cabai pedas itu.
Ketiadaan cabai rawit menjadi ironi di tengah melimpahnya bahan pangan lain. Lapak-lapak sayur dipenuhi pembeli yang berburu kebutuhan dapur. Wortel, kol, terong, hingga jeruk tersedia cukup. Namun, cabai rawit bumbu kunci dalam banyak masakan khas Aceh tak tampak di etalase mana pun.
“Sudah beberapa hari ini kosong. Belum ada barang masuk,” kata seorang pedagang sayur, singkat, dengan nada getir.
Kondisi ini langsung terasa di sisi pembeli. Sebagian mengaku kecewa. Ada yang beralih ke jenis cabai lain, ada pula yang menunda belanja, menunggu harga dan pasokan kembali normal. Bagi warga Aceh, ketiadaan cabai rawit bukan sekadar soal rasa, melainkan juga menyangkut tradisi kuliner yang lekat dalam keseharian.
Meski begitu, denyut pasar tak surut. Tawar-menawar tetap berlangsung hangat. Suara pedagang bersahut-sahutan, mencerminkan daya tahan ekonomi masyarakat di tengah gangguan pasokan.
Para pedagang berharap distribusi cabai rawit segera pulih. Menjelang hari raya, permintaan dipastikan melonjak. Tanpa pasokan yang memadai, bukan hanya harga yang berpotensi meroket, tetapi juga keresahan konsumen yang bisa meluas.(*)


