Pintu Air Lueng Peut Diperbaiki, Petani Madat Terancam Gagal Panen Jika Air Asin Kembali Masuk
Pantauan media ini, Kamis (5/2/2026), perbaikan pintu air yang mengendalikan aliran air laut ke persawahan di Desa Lueng Peut, Blang Ubiet, dan Bintah masih berlangsung. Infrastruktur tersebut memiliki fungsi vital bagi keberlangsungan pertanian masyarakat setempat.
Kerusakan pintu air pascabanjir sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Air asin yang masuk ke sawah dapat menurunkan produktivitas tanaman padi dan memicu gagal panen.
“Kalau pintu air ini tidak berfungsi, sawah kami bisa rusak. Air asin sangat berbahaya untuk padi,” ujar Tgk Aiyub, salah seorang petani di Kecamatan Madat.
Warga menyambut baik upaya perbaikan tersebut dan berharap pengerjaan dapat segera rampung, terutama menjelang musim tanam. Bagi petani, pintu air menjadi benteng utama untuk menjaga lahan pertanian dari dampak banjir rob dan intrusi air laut.
Pascabanjir, masyarakat Madat masih berupaya memulihkan kondisi pertanian dan infrastruktur desa. Perbaikan pintu air ini dinilai sebagai langkah penting untuk mengurangi dampak bencana yang berkepanjangan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap infrastruktur pengendali air guna melindungi lahan persawahan dan menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Madat.(*)

