Penyesuaian Lokasi, Pembangunan Ruang Belajar Darurat Pascabanjir di Aceh Utara Tetap Berjalan
![]() |
| Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Muhammad Johan. Dok Ist. |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Realisasi pembangunan ruang belajar darurat bagi sekolah terdampak banjir di Aceh Utara tetap dilanjutkan meski terjadi perubahan lokasi pada tiga titik dari rencana awal.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Muhammad Johan, menyampaikan bahwa penyesuaian dilakukan setelah tim melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi kerusakan sekolah di lapangan.
Menurutnya, seluruh bantuan tetap direalisasikan, namun terdapat pengalihan lokasi agar pembangunan benar-benar menyasar sekolah yang paling membutuhkan.
Tiga lokasi yang mengalami perubahan yakni:
- SMA Negeri 2 Langkahan dialihkan ke SMA Negeri 1 Langkahan
- SMA Negeri 1 Sawang dialihkan ke sekolah lain dengan tingkat kerusakan lebih berat
- SMA Negeri 1 Murah Mulia juga dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih membutuhkan
Dengan penyesuaian tersebut, pembangunan kini difokuskan pada 9 sekolah dari total 11 lokasi semula. Meski demikian, jumlah ruang belajar darurat yang dibangun tetap sebanyak 20 unit.
Sembilan sekolah penerima pembangunan meliputi:
- SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye (2 unit)
- SMA Negeri 1 Baktiya (3 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya (2 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya Barat (3 unit)
- SMK Negeri 1 Muara Batu (2 unit)
- SMA Negeri 1 Tanah Pasir (2 unit)
- SMK Negeri 1 Lapang (1 unit)
- SMA Negeri 2 Seunuddon (3 unit)
- SMA Negeri 1 Langkahan (2 unit)
Sebelumnya, melalui surat penetapan Nomor 400.3.13/18256 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Aceh pada 23 Desember 2025, Aceh Utara direncanakan menerima bantuan pembangunan di 11 sekolah.
Muhammad Johan menegaskan bahwa pengalihan lokasi bertujuan memastikan pembangunan difokuskan pada sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah, sehingga proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Program ruang belajar darurat ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabanjir di Aceh Utara, guna menjaga keberlangsungan kegiatan belajar siswa dalam jangka panjang.(*)


