Akses Jalan di Desa Seunubok Saboh Terancam Putus Pascabanjir, Warga Harap Penanganan Segera
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (21/2/2026) sore, hampir separuh badan jalan aspal di desa tersebut runtuh ke arah lereng akibat ambles. Kerusakan diduga terjadi setelah fondasi jalan tergerus aliran air luapan banjir.
Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya masyarakat Desa Seunubok Saboh dan sekitarnya yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama transportasi dan aktivitas ekonomi.
Di lapangan terlihat sebagian permukaan aspal masih tampak utuh, namun tanah penopang di bawahnya telah hilang akibat tergerus air, sehingga membentuk rongga. Situasi ini berpotensi menyebabkan runtuhnya jalan, terutama jika dilalui kendaraan bermuatan berat.
Selain itu, lokasi jalan yang ambles berada di kawasan dengan vegetasi lebat dan minim penerangan. Pada malam hari, kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang tidak mengenal medan.
Warga juga mengkhawatirkan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan dapat memutus akses antar desa di Kecamatan Pante Bidari dan menghambat distribusi hasil bumi serta logistik masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan dan penanganan darurat. Perbaikan sistem drainase serta pembangunan dinding penahan tanah (talud) dinilai mendesak guna mencegah kerusakan semakin meluas, terutama saat curah hujan kembali meningkat.
Saat ini, warga telah memasang tanda peringatan sederhana berupa ranting pohon dan material seadanya di titik jalan yang ambles. Pengendara yang melintas di jalur tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan.(*)
