BERITA TERKINI

Tenda Mandiri Jadi Pilihan Warga Pascabanjir di Langkahan

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Warga korban banjir hidrometeorologi di Kecamatan Langkahan terpaksa bertahan di tenda darurat setelah rumah mereka mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak huni. Hingga kini, sebagian warga memilih mendirikan tenda mandiri sebagai tempat tinggal sementara.

Rukaiya, salah seorang warga Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, mengatakan satu tenda mandiri yang mereka dirikan saat ini ditempati hingga delapan orang. “Kami tinggal di tenda karena rumah sudah tidak aman lagi,” ujar Rukaiya kepada pasesatu.com, Kamis, 1 Januari 2026.

Ia menjelaskan, rumah yang sebelumnya ditempati telah bergeser akibat derasnya arus banjir. Kondisinya kini sangat dekat dengan pohon kayu besar, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni jika dipaksakan untuk ditinggali. “Rumahnya masih ada, tapi sudah bergeser dan tidak bisa ditempati lagi,” katanya.

Rukaiya menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal darurat, warga terpaksa menjual hasil panen padi guna membeli tenda. Namun, kondisi tenda tersebut masih jauh dari kata layak. Saat hujan deras disertai angin kencang, air kerap masuk ke dalam tenda dan mengganggu aktivitas serta waktu istirahat keluarga.


Banjir yang melanda wilayah Langkahan pada akhir November 2025 lalu menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah warga dan infrastruktur desa. Hingga saat ini, masyarakat masih bertahan dengan fasilitas terbatas sambil menunggu kepastian bantuan perbaikan dan pembangunan kembali rumah yang rusak.

“Harapan kami, rumah segera dibangun kembali supaya kami bisa tinggal dengan aman dan tidak terus hidup di tenda,” ujar Rukaiya.(*)