BERITA TERKINI

Sekolah Terendam Lumpur, Siswa SD Negeri 5 Baktiya Terpaksa Belajar di Lantai

Penulis : Syahrul | Editor : Tim Pasesat

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Proses belajar mengajar semester genap tahun 2026 di SD Negeri 5 Baktiya, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, berlangsung dalam kondisi memprihatinkan. Hingga hari pertama masuk sekolah, Senin (05/01/2025), halaman sekolah masih dipenuhi lumpur dan rumput tebal sisa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Akibat bencana tersebut, sekitar 90 persen peralatan sekolah dilaporkan rusak berat dan tidak dapat digunakan kembali. Kondisi ini memaksa para siswa mengikuti kegiatan belajar dengan keterbatasan sarana, bahkan sebagian harus duduk di lantai karena perabot sekolah tidak lagi layak pakai.

Salah seorang siswi, Naila Salsabila, menyampaikan kondisi sekolahnya yang terdampak parah banjir. Ia mengatakan banyak peralatan sekolah dan perlengkapan pribadi siswa hanyut dan rusak akibat terjangan air.



“Sekarang kami belajar duduk di lantai. Peralatan sekolah dan pakaian kami sudah hilang semua. Kami sangat berharap ada bantuan,” ujarnya.

Kepala SD Negeri 5 Baktiya, Iskandar, S.Pd., M.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar baru kembali dimulai pada semester dua, meski masih dalam keterbatasan.

“Untuk ruang kelas, alhamdulillah sudah kami bersihkan. Namun halaman sekolah masih sangat sulit dibersihkan karena tertutup lumpur dan rumput setinggi sekitar 50 sentimeter,” kata Iskandar.

Ia merinci kerusakan yang terjadi meliputi hampir seluruh mobilir sekolah serta peralatan penunjang pembelajaran. Buku-buku, alat peraga, hingga perangkat teknologi seperti smart TV, laptop, dan printer mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan maupun diperbaiki.

“Semua rusak berat, tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya.



Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, terutama untuk pengadaan kembali mobilir sekolah dan pembersihan lingkungan sekolah. Menurut Iskandar, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat berat untuk membersihkan halaman sekolah karena lumpur dan rumput yang ada harus dibuang seluruhnya.

“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat agar halaman sekolah bisa dibersihkan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Meski dalam kondisi terbatas, pihak sekolah tetap berupaya agar proses pendidikan bagi para siswa tetap berjalan sembari menunggu adanya bantuan dan penanganan lanjutan pascabencana.(*)