BERITA TERKINI

Hutan Digunduli, Jol Panton Sesalkan Kayu Raksasa Terjang Pemukiman Warga di Langkahan

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Zulkifli atau yang akrab disapa Jol Panton, mengecam keras aktivitas pembalakan liar (illegal logging) yang memicu bencana bagi masyarakat. Hal ini disampaikan menyusul temuan kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir hingga ke pemukiman warga.

Peristiwa ini salah satunya terpantau di Gampong Gudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kayu-kayu gelondongan berukuran besar tampak berserakan setelah dibawa arus banjir, yang diduga kuat merupakan hasil penebangan liar di kawasan hutan hulu.

Warisan Ratusan Tahun Hilang Seketika
Dalam keterangannya pada Minggu (18/1/2025), Jol Panton mengungkapkan keprihatinannya saat melihat ukuran kayu yang hanyut tersebut. Menurutnya, pohon-pohon tersebut merupakan kekayaan alam yang membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh.

"Kayu ini diperkirakan berumur 100 tahun. Kalau kita tanam kembali, dalam waktu 10 sampai 50 tahun ke depan tidak akan bisa sebesar ini lagi," ujar Jol Panton dengan nada kecewa.

Ia menyayangkan sikap oknum tidak bertanggung jawab yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa mempedulikan dampak jangka panjang. "Jangan kita hanya pikirkan keuntungan. Kalau sudah begini, kayu dibawa arus (ke pemukiman), siapa yang mau bertanggung jawab?" tegasnya.

Ajakan Tanam Pohon Serentak
Musibah ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih memperketat pengawasan hutan. Sebagai langkah antisipasi di masa depan, Jol Panton mengajak masyarakat untuk menggalakkan kembali budaya menanam pohon.

"Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman bagi kita. Kita harus bisa menggalakkan tanam pohon kembali secara serentak. Ini adalah langkah nyata agar kita bisa mengantisipasi bencana serupa di kemudian hari," pungkasnya.

Kondisi hutan yang gundul di area perbukitan Aceh Utara dinilai menjadi faktor utama mengapa debit air hujan tidak lagi terserap dengan baik, sehingga membawa material kayu dan lumpur langsung ke arah desa-desa di bawahnya.(*)