Banjir Besar Aceh Utara, Pemerintah Pusat Turunkan Starlink ke Langkahan
![]() |
| Dok Ist |
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) H. Dudung Abdurachman, saat meninjau lokasi banjir di Dusun Bidari, Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kamis (8/1/2026). Dalam kunjungan itu, Dudung didampingi Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil.
Sebanyak 100 unit perangkat Starlink lengkap dengan sumber daya listrik disalurkan dan akan dipasang di Gampong Leubok Pusaka. Perangkat tersebut diprioritaskan untuk memulihkan jaringan komunikasi yang sempat lumpuh total setelah banjir merendam infrastruktur telekomunikasi.
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyatakan, keberadaan Starlink menjadi kebutuhan mendesak di tengah kondisi darurat, mengingat komunikasi merupakan sarana utama untuk koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, serta layanan kesehatan bagi korban banjir.
“Ketika jaringan terputus, penanganan menjadi sangat terhambat. Bantuan Starlink ini sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat koordinasi di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir kali ini berdampak hampir merata di Aceh Utara. Dari 27 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan terdampak dengan skala kerusakan yang luas. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik lumpuh di sejumlah wilayah.
Menurut Ismail, besarnya dampak bencana membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan berbagai pihak. Kehadiran perangkat komunikasi satelit dinilai menjadi salah satu solusi cepat dalam situasi darurat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan masih terisolasi.
Selain penanganan komunikasi, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan rencana pembangunan hunian bagi korban banjir. Untuk hunian tetap, lokasi sementara direncanakan di Dusun Simpang Lima, Gampong Leubok Pusaka, di atas lahan negara milik PGE. Pemerintah juga membuka opsi penggunaan lahan milik warga apabila memungkinkan.
Sementara itu, pencarian lokasi hunian sementara masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dari potensi banjir susulan.
Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Utara per 8 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, banjir telah menyebabkan 230 orang meninggal dunia, meningkat dari laporan awal yang mencatat 216 korban jiwa. Selain itu, sebanyak 2.127 warga mengalami luka-luka.
Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa. Dari jumlah tersebut, 19.047 kepala keluarga atau 67.876 jiwa harus mengungsi dan tersebar di 210 titik pengungsian.
Bencana ini juga berdampak besar terhadap sektor pendidikan, pertanian, perikanan, serta infrastruktur. Puluhan ribu rumah terendam dan rusak, ribuan hektare sawah mengalami puso, serta fasilitas umum dan layanan dasar ikut terdampak.
Pemerintah daerah berharap bantuan Starlink dapat menjadi penopang utama komunikasi darurat selama masa tanggap darurat dan pemulihan, sekaligus mempercepat penyaluran bantuan serta pelayanan bagi masyarakat Aceh Utara yang terdampak banjir.(*)
