BERITA TERKINI

Sejak Banjir 26 November hingga 20 Desember 2025, Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara Belum Dapat Kepastian Kebijakan


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara sejak 26 November hingga 20 Desember 2025 berdampak serius terhadap sektor pendidikan. Sejumlah sekolah dilaporkan terendam air, fasilitas belajar mengajar mengalami kerusakan, dan ratusan siswa terdampak terpaksa menghentikan sementara aktivitas pembelajaran.

Pantauan di lapangan menunjukkan ruang kelas masih dipenuhi lumpur, buku dan perlengkapan sekolah rusak, serta akses menuju beberapa sekolah terputus akibat genangan dan kerusakan infrastruktur. Sebagian siswa bahkan harus mengikuti orang tua mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hingga pertengahan Desember 2025, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun Dinas Pendidikan setempat terkait mekanisme pembelajaran darurat, penyesuaian kalender akademik, atau alternatif proses belajar bagi siswa terdampak banjir. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian bagi guru, siswa, dan orang tua.

Sejumlah guru dan kepala sekolah mengaku terpaksa mengambil langkah mandiri sesuai kondisi di lapangan, seperti menunda kegiatan belajar mengajar atau menyesuaikan metode pembelajaran secara terbatas. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa adanya arahan dan kebijakan resmi dari instansi berwenang.

Situasi ini terjadi menjelang masa libur semester, sehingga kekhawatiran muncul bahwa waktu belajar siswa akan semakin berkurang tanpa adanya solusi terstruktur. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meskipun berada dalam kondisi bencana.

Masyarakat dan pemerhati pendidikan menilai diperlukan respons cepat dan kebijakan darurat yang jelas, termasuk pendataan sekolah terdampak, pemulihan fasilitas pendidikan, serta penetapan skema pembelajaran sementara bagi siswa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Dinas Pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan sektor pendidikan pascabanjir. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.(*)