BERITA TERKINI

Pascabanjir, Jamaliah Harus Menempuh 13 Kilometer Demi Mendapatkan Perawatan Medis

Foto Ilustrasi yang dibuat menggunakan AI : Menggambarkan Jamaliah menempuh perjalanan sejauh 13 KM demi mendapatkan perawatan medis pascabanjir. Karena Fasilitas kesehatan di kecamatan Langkahan masih lumpuh. 

ACEH UTARA | PASESATU.COM – Jamaliah (45) tak punya banyak pilihan. Rasa nyeri di kakinya akibat tertusuk duri sawit memaksanya mencari pertolongan medis, meski fasilitas kesehatan di kampungnya belum bisa digunakan pascabanjir.

Ibu rumah tangga asal Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, itu akhirnya harus menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer menuju sebuah klinik swasta di Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kamis (18/12/2025) malam. Jarak tersebut terasa lebih jauh karena kondisi wilayahnya masih belum sepenuhnya pulih dari bencana banjir.

Puskesmas Simpang Tiga yang selama ini menjadi andalan warga setempat hingga kini belum dapat beroperasi. Lumpur sisa banjir masih mengendap di sejumlah ruangan, membuat layanan kesehatan terhenti dan warga terpaksa mencari alternatif lain.

“Puskesmas belum bisa dipakai, jadi mau tidak mau kami berobat ke tempat swasta,” tutur Jamaliah dengan nada lelah.

Ia mengatakan, kesulitan yang dialami bukan hanya soal kesehatan. Pascabanjir, warga di Kecamatan Langkahan masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Air bersih belum mengalir normal, gas LPG sulit diperoleh, sementara listrik di beberapa titik masih padam.

“Air bersih susah, gas juga langka, listrik belum menyala,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, Jamaliah dan warga lainnya hanya berharap keadaan segera membaik. Mereka menantikan langkah cepat pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memulihkan layanan dasar, agar kehidupan masyarakat yang terdampak banjir bisa kembali berjalan seperti sediakala. (*)