BERITA TERKINI

Menjelang Ramadan 2026, Korban Banjir di Aceh Utara Masih Bertahan di Tenda Mandiri


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
– Menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari 2026, ribuan warga korban banjir di Aceh Utara masih bertahan di tenda darurat mandiri. Hingga akhir Desember 2025, sebagian pengungsi belum memiliki kepastian terkait penyediaan hunian sementara yang layak.

Banjir yang melanda Aceh Utara sejak beberapa pekan terakhir telah merendam permukiman warga dan memaksa ribuan keluarga mengungsi. Di sejumlah titik pengungsian, warga terpantau membangun tenda sendiri menggunakan terpal, plastik, dan bahan seadanya untuk bertahan dari hujan serta udara dingin pada malam hari.

Kondisi pengungsian dinilai belum sepenuhnya memadai, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia. Mereka masih harus tidur beralaskan tanah lembap dengan keterbatasan fasilitas sanitasi dan air bersih.

Selain persoalan tempat tinggal, distribusi bantuan logistik juga belum merata di semua lokasi pengungsian. Sejumlah warga menyampaikan bahwa pasokan makanan dan kebutuhan pokok belum diterima secara rutin. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

Hingga kini, sebagian warga mengaku belum melihat adanya pembangunan hunian sementara di sekitar lokasi pengungsian. Ketiadaan tempat tinggal layak menjadi persoalan utama setelah banjir merusak rumah dan harta benda warga, sementara masa pengungsian terus berlangsung.

Pantauan di lapangan pada Kamis (25/12/2025) menunjukkan perbedaan kondisi antarwilayah. Di beberapa lokasi, bantuan sudah mulai diterima, namun di titik lain warga masih bergantung pada swadaya masyarakat dan solidaritas relawan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak lanjutan, seperti gangguan kesehatan, terhambatnya aktivitas pendidikan, serta trauma psikologis bagi anak-anak.

Menjelang Ramadan 2026, warga berharap adanya percepatan penanganan pascabencana. Mereka berharap tidak harus menjalani ibadah di bulan suci dalam kondisi darurat, serta menantikan penyediaan tenda yang lebih layak, hunian sementara, dan distribusi bantuan yang lebih merata agar proses pemulihan dapat berjalan secara manusiawi.(*) 


Editor : Syahrul