GARAB Serukan Aksi Damai Kemanusiaan, Desak Bencana Nasional dan Dibukanya Bantuan Internasional untuk Aceh
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH | PASESATU.COM — Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GARAB) menyerukan aksi damai kemanusiaan serentak yang akan digelar Selasa, 16 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, sebagai bentuk kepedulian dan perlawanan moral atas penderitaan rakyat Aceh akibat bencana besar yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.
Aksi ini ditegaskan sebagai gerakan murni kemanusiaan, tanpa muatan politik. GARAB mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh—OKP, LSM, ormas, santri, mahasiswa, pemuda, dan rakyat umum—untuk turun ke jalan dengan membawa bendera putih sebagai simbol darurat kemanusiaan dan duka mendalam rakyat Aceh.
Titik kumpul aksi ditetapkan di masing-masing ibu kota kecamatan di sepanjang jalan nasional, agar suara penderitaan rakyat Aceh dapat bergema serentak dan tidak terpusat di satu wilayah saja.
Koordinator Aksi GARAB, Dahri Sulaiman (Panglima Hercules), menyatakan bahwa bencana yang terjadi di Aceh telah mencapai skala kehancuran yang sangat besar dan berdampak menyeluruh. Menurutnya, bencana ini telah merenggut ratusan nyawa, menyebabkan ribuan rumah hanyut dan rusak parah, melumpuhkan perekonomian masyarakat, serta mengganggu fasilitas publik seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah, dan layanan kesehatan.
“Hampir semua sektor terdampak. Rakyat kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan masa depan. Banyak keluarga saat ini berada dalam kondisi rawan pangan dan terancam kelaparan,” tegas Dahri.
Namun di tengah penderitaan tersebut, GARAB menilai pemerintah pusat hingga kini belum menetapkan status Bencana Nasional untuk Aceh, bahkan menutup akses bantuan internasional yang seharusnya dapat mempercepat penanganan dan pemulihan korban.
Di sisi lain, pemerintah daerah dinilai tidak berdaya menghadapi bencana sebesar ini akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, sehingga penanganan di lapangan berjalan sangat terbatas dan tidak sebanding dengan besarnya dampak bencana.
“Atas dasar itulah kami mengajak seluruh rakyat Aceh untuk bangkit dan bersatu menyuarakan penderitaan ini. Ini bukan soal kelompok atau organisasi, ini soal kemanusiaan dan keselamatan rakyat Aceh,” ujarnya.
GARAB menegaskan aksi damai ini akan dilaksanakan secara tertib dan bermartabat, serta diharapkan menjadi seruan nurani kolektif agar negara hadir sepenuhnya, menetapkan status Bencana Nasional Aceh–Sumatra, dan membuka pintu bantuan internasional demi menyelamatkan rakyat dari krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. (*)
