BERITA TERKINI

Arus Banjir Hanyutkan Kayu, PWO Aceh Utara Serukan Pemanfaatan untuk Hunian Darurat


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir besar di sejumlah kecamatan. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak fasilitas umum serta menghanyutkan kayu-kayu dari kawasan hutan dan kebun milik warga hingga terbawa ke pemukiman terdampak.

Ketua Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh Utara, Marzuki, mendorong agar kayu-kayu yang terbawa arus banjir tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu warga korban banjir. Menurutnya, kayu tersebut sangat dibutuhkan sebagai bahan bangunan hunian sementara bagi keluarga yang rumahnya rusak atau hanyut.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, kebutuhan utama warga adalah tempat tinggal sementara. Kayu yang terbawa banjir dapat dimanfaatkan untuk itu, tentu dengan pengawasan agar penggunaannya tepat sasaran,” ujar Marzuki saat dihubungi media ini, Senin (22/12/2025).

Ia juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga lalai dalam pengelolaan kayu di sekitar aliran sungai, sehingga menimbulkan kerugian dan memperparah dampak banjir. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas di kawasan rawan banjir harus diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Akibat banjir, banyak warga terpaksa mengungsi ke tenda darurat dengan kondisi terbatas. Mereka harus bertahan menghadapi suhu dingin pada malam hari dan panas terik di siang hari. Pemanfaatan kayu untuk hunian sementara dinilai dapat memberikan tempat berlindung yang lebih aman dan layak bagi para korban.

Marzuki juga mengimbau warga yang memiliki kayu di sekitar bantaran sungai agar secara sukarela menyerahkannya untuk kepentingan kemanusiaan. Langkah ini, menurutnya, tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mengurangi risiko bahaya saat debit air sungai meningkat.

Sementara itu, aparat desa bersama pihak kepolisian diminta untuk mengawasi proses pengumpulan dan pendistribusian kayu agar berjalan tertib, tidak menimbulkan konflik, serta benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan warga terdampak banjir.

Upaya tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara. (*)