Update Progress Kerja Sama dengan Poltekkes untuk Penurunan Stunting di 16 Provinsi Prioritas
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Aceh Utara, salah satu kabupaten dari 16 provinsi prioritas di Indonesia, tengah menjadi fokus program penurunan stunting yang melibatkan kerja sama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes). Program ini dirancang untuk memperkuat intervensi gizi, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih intensif.
Kepada wartawan pada Kamis (20/11/2025) melalui telepon, Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Aceh Utara, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Poltekkes bertujuan untuk memastikan intervensi stunting lebih tepat sasaran. “Kami terus berkoordinasi dengan Poltekkes agar program ini efektif, khususnya di wilayah dengan angka stunting tinggi. Selain intervensi gizi, edukasi kepada orang tua dan masyarakat juga menjadi fokus agar pola asuh anak lebih optimal,” ujarnya.
Program ini dibahas dan dipantau dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Mega City, Bekasi, pada 18–21 November 2025, yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, Poltekkes, dan stakeholder kesehatan lainnya. Kegiatan ini mencakup pelatihan bagi kader kesehatan dan bidan, penyuluhan gizi bagi ibu hamil dan anak balita, serta pemantauan status gizi di posyandu dan puskesmas.
Pelaksanaan program di Aceh Utara telah dimulai di beberapa kecamatan dan akan diperluas secara bertahap sesuai kebutuhan. Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M., mengajak masyarakat, tokoh lokal, dan lembaga pendidikan untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program. Langkah ini diharapkan dapat membantu mencapai visi misi “Aceh Utara Bangkit” dengan generasi anak yang sehat dan cerdas.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Kami berharap semua pihak dapat bersinergi agar anak-anak Aceh Utara tumbuh sehat dan cerdas,” tutup Samsul Bahri.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak di Indonesia. (*)
