BERITA TERKINI

Harimau Masuki Permukiman di Sijudo Selama Seminggu, Warga Resah Menanti Tindakan Pemerintah

Dok: Foto Warga 

ACEH TIMUR | PASESATU.COM 
– Sudah sepekan masyarakat Dusun Sejudo, Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, diliputi rasa cemas. Seekor harimau berukuran besar terus terlihat mendekati rumah-rumah warga tanpa adanya penanganan dari instansi terkait.

Aktivitas harian terhenti. Kebun tidak lagi digarap, dan saat malam tiba, kampung tampak sunyi karena penduduk memilih bertahan di dalam rumah. Anak-anak dilarang keluar, sementara sebagian warga berjaga menggunakan alat sederhana untuk mengantisipasi kemungkinan serangan.

Keuchik Sijudo, Hamidan, menyampaikan kekecewaannya karena belum ada langkah nyata dari pemerintah.

“Harimau ini sudah berkeliaran hampir seminggu, tetapi belum satu pun pihak yang turun ke lapangan. Jangan sampai ada korban dulu baru diperhatikan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hamidan menilai kemunculan satwa tersebut berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan di sekitar wilayah mereka.

“Hutan di sekitar Sijudo banyak ditebang oleh pihak pengusaha. Habitat harimau menyempit, sehingga hewan itu turun ke permukiman. Pada akhirnya masyarakat yang harus menghadapi risikonya,” katanya.

Menurutnya, warga sebenarnya dapat melakukan upaya darurat, namun terikat aturan hukum.

“Kalau tidak takut melanggar hukum, mungkin dari awal kami sudah mengusirnya. Tapi nanti justru masyarakat yang dianggap bersalah, sementara keamanan kami sendiri belum ada yang menjamin,” tuturnya.

Ia berharap BKSDA Aceh, pemerintah daerah, dan aparat terkait segera mengambil langkah sebelum situasi memburuk.

“Ini bukan persoalan yang bisa ditunda. Taruhannya nyawa manusia. Negara harus hadir sebelum terjadi musibah,” tegasnya.

Hingga laporan ini diterima, penduduk masih berjaga sepanjang malam. Harimau tersebut diperkirakan berasal dari kawasan perbukitan yang terus berkurang akibat alih fungsi lahan, memaksa satwa liar mencari ruang hidup di dekat permukiman warga. (*)