Dari Medan Perang ke Akmil Magelang! 4 Mantan Panglima GAM Ikut Retret
Para peserta retret, termasuk keempat mantan panglima GAM ini, diberikan waktu untuk mempersiapkan kebutuhan mereka sebelum memasuki Akmil.
"Mulai dari hari ini sampai besok itu memang dari panitia sudah memberikan waktu untuk loading koper ke dalam lokasi retret," ujar Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar dalam gelar pasukan di Alun-alun Kota Magelang, Kamis (20/2/2025).
Ajudan atau Liaison Officer (LO) masing-masing kepala daerah akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan semua barang kebutuhan harian peserta telah tersedia sebelum kegiatan dimulai.
Empat mantan panglima GAM yang kini menjadi kepala daerah hadir dalam retret ini, menunjukkan transformasi mereka dari pejuang gerilya menjadi pemimpin yang membangun daerah masing-masing.
![]() |
| Sejumlah Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah yang berasal dari Provinsi Aceh |
1. Muzakir Manaf (Gubernur Aceh 2025–2030)
Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, adalah mantan Panglima GAM yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030.
- Berlatih militer di Libya (1986) dan pernah menjadi pengawal pribadi Muammar Khadafi.
- Memimpin gerilya GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi'i pada 2002.
- Menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setelah Perjanjian Helsinki.
Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Fadlullah.
2. Muharram Idris (Bupati Aceh Besar 2025–2030)
Muharram Idris, atau Syech Muharram, adalah mantan Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Besar 2025–2030.
- Pernah menjabat sebagai Pelatih Tentara GAM dan Komandan Operasi Daerah IV Aceh Rayeuk.
- Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk (2005–2011).
- Memenangkan Pilkada Aceh Besar bersama Syukuri A. Jalil dan dilantik pada 13 Februari 2025.
3. Sarjani Abdullah (Bupati Pidie 2025–2030)
Sarjani Abdullah, dikenal sebagai Awan, merupakan mantan Panglima GAM Wilayah Pidie yang kini kembali menjabat sebagai Bupati Pidie untuk periode kedua (2012–2017 dan 2025–2030).
- Pernah menjadi Komandan Operasi GAM Wilayah Pidie (1998–2003) dan Panglima GAM Wilayah Pidie (2003–2005).
- Menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie (2005–2008).
- Kembali terpilih sebagai Bupati Pidie melalui Partai Aceh dan dilantik pada 18 Februari 2025.
4. Ismail A. Jalil (Bupati Aceh Utara 2025–2030)
Ismail A. Jalil, atau Ayah Wa, adalah mantan Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase yang kini menjabat sebagai Bupati Aceh Utara 2025–2030.
- Aktif di Pasukan GAM sejak 1996 dan menjadi Komandan Operasi Daerah IV GAM Wilayah Pase.
- Menang dalam Pilkada Aceh Utara 2024 dengan suara 97% melawan kotak kosong.
- Dilantik pada 17 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Tarmizi (Panyang).
Untuk diketahui, Retret di Akademi Militer Magelang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan dan wawasan kebangsaan bagi kepala daerah.
Akmil Magelang memiliki sejarah panjang sejak berdirinya Militaire Academie (MA) di Yogyakarta pada 1945, hingga akhirnya berkembang menjadi Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1957 dan kini menjadi pusat pendidikan perwira TNI AD.
Kehadiran empat mantan panglima GAM dalam retret ini mencerminkan perjalanan panjang mereka—dari medan pertempuran menuju panggung pemerintahan, membangun Aceh.
Dengan latar belakang militer dan kepemimpinan di masa lalu, keempat mantan tokoh GAM ini membawa pengalaman unik dalam memimpin daerah masing-masing. Retret di Akmil Magelang menjadi ajang refleksi dan peningkatan kapasitas kepemimpinan mereka, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.***




