Pascabanjir 26 November 2025, Pemerintah Pusat Siapkan Pembangunan Sekolah Terdampak di Aceh Utara
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Pemerintah pusat mulai mengambil langkah konkret memulihkan sektor pendidikan di Aceh Utara setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., ke sejumlah lokasi terdampak, Rabu (28/1/2026).
Menteri Abdul Mu’ti tiba di Aceh Utara dan langsung meninjau kondisi lapangan bersama Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa)langsung meninjau beberapa sekolah yang terdampak di Kecamatan Tanah Jambo Aye,Baktya dan Baktya Barat.
Dalam agenda tersebut, Mendikdasmen didampingi Murthalamuddin, S.Pd., MSP, selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, serta Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Plt Sekretaris Daerah Aceh Utara yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir akan dibangun ulang. Bangunan lama yang tidak lagi layak pakai akan dibongkar dan diganti dengan gedung baru di lokasi yang sama.
Sebagai langkah sementara, pemerintah memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui penyediaan ruang kelas darurat. Kelas darurat tersebut akan digunakan siswa hingga pembangunan gedung sekolah permanen selesai dilaksanakan.
Terkait kebutuhan anggaran, Mendikdasmen menyebut nilai pembiayaan tidak disamaratakan karena bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing sekolah. Penilaian teknis akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan pembangunan.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menyalurkan bantuan operasional kepada sekolah terdampak banjir. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti buku pelajaran dan sarana pendukung belajar lainnya.
Menyangkut seragam sekolah yang turut hanyut atau rusak akibat banjir, pemerintah akan mengupayakan bantuan. Namun, dalam masa transisi ini siswa tetap diperbolehkan mengikuti pembelajaran tanpa kewajiban mengenakan seragam sekolah.
Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa pemulihan pendidikan tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga kondisi psikologis anak-anak. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta menyesuaikan jam belajar agar siswa tidak mengalami tekanan fisik maupun mental.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa) menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pendidikan di daerahnya. Ia berharap proses pembangunan dan penanganan sekolah terdampak banjir dapat segera direalisasikan agar aktivitas belajar kembali berjalan normal.
Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Aceh Utara merupakan bagian dari agenda tiga hari di Provinsi Aceh, sebelum melanjutkan peninjauan ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.(*)
