Menko Polkam Kunjungi Lokasi Banjir di Aceh Utara, Dorong Percepatan Huntap
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja ke Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir, Pada Rabu (07/01/2026).
Kedatangan Menko Polkam disambut oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh ulama muda Aceh Utara, Waled Muzakir atau yang dikenal sebagai Waled Lapang, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan atas musibah yang menimpa masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menko Polhukam beserta rombongan.
Ia memaparkan kondisi Kabupaten Aceh Utara yang memiliki 27 kecamatan dan 852 desa, sekaligus melaporkan dampak banjir besar yang terjadi pada November lalu.
Menurut Bupati, banjir tersebut berdampak pada 124.549 kepala keluarga atau sekitar 433.064 ribu jiwa. Jumlah warga yang mengungsi mencapai 19.047 KK, dengan ribuan korban mengalami luka-luka. Selain itu, tercatat adanya korban meninggal dunia sebanyak 229 orang serta 6 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Bencana banjir juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman warga. Sebanyak 72.364 unit rumah terendam, ribuan rumah rusak berat hingga ringan, serta sekitar 14.500 hektare sawah dan lebih dari 10 ribu hektare tambak mengalami kerusakan.
Di Kecamatan Lapang, khususnya di Desa Kuala Cangkoi, Matang Tunong, dan Matang Baro, terbentuk puluhan titik muara baru yang menyebabkan ratusan rumah warga rusak dan hilang.
Menjelang bulan suci Ramadan, Bupati Aceh Utara berharap pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih layak.
AIa juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya, seperti logistik pangan, perlengkapan ibadah, perabot rumah tangga, serta perbaikan jalan dan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam sambutannya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah pusat untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah rumah terdampak banjir di Provinsi Aceh mencapai sekitar 144 ribu unit rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Wakil Gubernur juga menyoroti perlunya penyesuaian standar bantuan rehabilitasi rumah agar sejalan dengan kebutuhan dan kekhususan Aceh. Selain sektor perumahan, ia menekankan pentingnya normalisasi sungai, penyediaan alat berat, serta perbaikan jalan dan jembatan guna mengurangi risiko banjir berulang.
Dalam arahannya, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan pascabencana di Aceh Utara.
Ia menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara dan hunian tetap menjadi prioritas, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Tidak ideal jika masyarakat harus menjalankan ibadah puasa dalam kondisi pengungsian. Karena itu, percepatan pembangunan hunian akan kami dorong bersama,” ujar Menko Polkam.
Ia menjelaskan bahwa hunian yang direncanakan memiliki luas sekitar 6 x 6 meter persegi, dilengkapi dua kamar, kamar mandi, serta fasilitas dasar lainnya. Pembangunan hunian akan melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat setempat.
Selain sektor perumahan, pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah dan pakaian bagi anak-anak terdampak banjir, seiring dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sejumlah wilayah.
Usai kegiatan temu ramah, Menko Polkam bersama rombongan meninjau langsung kawasan muara sungai yang berubah akibat banjir, guna melihat penyebab kerusakan serta membahas langkah penanganan lanjutan bersama pemerintah daerah.(*)
