BERITA TERKINI

Tiga Pekan Pascabencana, Warga Aceh Masih Hadapi Gangguan Listrik, Telekomunikasi, dan LPG

Ilustrasi : Bentangan Bendera Putih menandakan sudah tidak mampu lagi bertahan dengan kondisi pascabencana yang penanganan nya tidak maksimal dari pemerintah.


ACEH | PASESATU.COM — Memasuki hari ke-21 setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025, sebagian masyarakat di daerah terdampak masih menghadapi berbagai keterbatasan layanan dasar. Gangguan listrik, lemahnya jaringan telekomunikasi, serta kelangkaan gas LPG subsidi menjadi keluhan yang kerap disampaikan warga.

Di beberapa kecamatan, pasokan listrik belum sepenuhnya pulih dan masih mengalami pemadaman berkala. Kondisi tersebut berdampak pada layanan telepon seluler dan internet karena sejumlah menara pemancar (BTS) bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Akibatnya, komunikasi warga untuk keperluan darurat, layanan kesehatan, hingga koordinasi bantuan menjadi terhambat.

“Kami masih kesulitan. Listrik sering padam, sinyal tidak stabil, sementara kami sangat membutuhkan komunikasi, terutama untuk mengakses bantuan,” ujar seorang warga di wilayah terdampak banjir.

Selain persoalan listrik dan telekomunikasi, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi. Di beberapa lokasi, gas melon dilaporkan langka dan dijual dengan harga di atas ketentuan, sehingga menambah beban warga yang sedang berupaya bangkit pascabencana.

Sejumlah tokoh masyarakat di Aceh menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait yang membidangi energi dan komunikasi. Mereka berharap percepatan pemulihan layanan dasar dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Dalam situasi ini, wacana penetapan Aceh sebagai daerah dengan status bencana nasional kembali mengemuka. Menurut sejumlah pihak, status tersebut dinilai dapat memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta membuka ruang bantuan yang lebih luas untuk mempercepat penanganan pascabencana.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian pemulihan. Listrik, komunikasi, dan kebutuhan energi adalah hal mendasar,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi konkret di lapangan, seiring dengan upaya pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Pascabencana, kehadiran negara dinilai menjadi faktor penting untuk memulihkan rasa aman dan kepercayaan publik. (*)