Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Aceh Utara Optimalkan Lahan dan Sarana Pertanian
![]() |
| Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS. (Dok. UG) |
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendukung program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan normalisasi saluran pembuangan air.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena rawan genangan meliputi Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, dan Lhoksukon. Pembenahan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperlancar sirkulasi air, mengurangi potensi genangan di lahan persawahan, serta membantu petani menjalankan kegiatan budidaya secara lebih optimal.
Selain memperbaiki infrastruktur pengairan, dinas terkait juga mendorong optimalisasi lahan (Opla) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Program ini menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 hingga 300, sesuai karakteristik lahan, ketersediaan air, dan kondisi teknis di lapangan.
Peningkatan indeks pertanaman memungkinkan petani mengusahakan lahan lebih intensif dalam setahun. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan pengairan yang memadai, pengelolaan lahan yang tepat, serta penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi cuaca.
Untuk mendukung upaya tersebut, sektor pertanian Aceh Utara turut diperkuat melalui bantuan sarana dan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, termasuk pompa air dan traktor roda empat. Peralatan ini diharapkan membantu mempercepat pengolahan tanah, mempermudah pengelolaan air, serta mendukung persiapan musim tanam, khususnya pada musim tanam gadu ketika curah hujan cenderung terbatas.
Di tengah perubahan pola cuaca yang semakin menantang, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara juga perlu memperkuat penerapan pertanian cerdas iklim. Langkah ini mencakup penyesuaian kalender tanam, penggunaan varietas benih yang sesuai dengan kondisi lingkungan, serta pemanfaatan teknologi untuk membantu petani mengantisipasi risiko gagal panen.
Koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, perguruan tinggi, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui kolaborasi ini, penanganan persoalan pertanian diharapkan tidak hanya bersifat reaktif ketika banjir terjadi, tetapi juga mampu memperkuat kesiapan petani menghadapi perubahan cuaca.
Dengan mengintegrasikan perbaikan irigasi, optimalisasi lahan, penyediaan alat mesin pertanian, dan penerapan teknologi adaptif, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara berupaya menjaga keberlanjutan produksi padi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah agar sektor pertanian tetap produktif di tengah ancaman banjir dan cuaca ekstrem.***



