Terima Penghargaan Tokoh Sosial/Kemanusiaan, Akmal Daud: Sebuah Kehormatan yang Membuat Saya Terharu
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Tidak semua penghargaan mampu diukur dari bentuk sebuah piagam. Bagi Akmal Daud, penghargaan sebagai Tokoh Sosial/Kemanusiaan pada momentum Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun Aceh Utara menjadi sebuah kehormatan yang menyentuh hati dan menghadirkan rasa syukur yang mendalam.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800, dan diberikan atas nama Akmal Daud sebagai Tokoh Sosial/Kemanusiaan. Piagam penghargaan tersebut ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, pada 13 September 2026 di Lhoksukon.
Bagi Akmal, penghargaan itu bukan sekadar selembar sertifikat, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam membantu sesama ternyata memiliki arti dan mendapat tempat di hati masyarakat.
“Saya sangat bersyukur dan terharu menerima penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan tentang diri saya, tetapi tentang semua orang yang selama ini ikut berbuat, membantu dan peduli terhadap sesama,” ungkap Akmal dengan penuh haru.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Bupati Aceh Utara, yang telah memberikan apresiasi tersebut.
Akmal menyadari bahwa perjalanan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan tidak selalu mudah. Ada kalanya dilakukan tanpa sorotan, tanpa publikasi, bahkan tanpa berharap penghargaan.
Namun, ketika sebuah bentuk penghargaan datang, ia memaknainya sebagai amanah untuk terus berbuat baik, bukan sebagai alasan untuk berhenti.
“Saya menerima penghargaan ini dengan hati yang penuh rasa syukur. Mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi saya untuk terus membantu masyarakat dan berbuat sesuatu yang bermanfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, nilai sebuah kepedulian bukan terletak pada seberapa besar yang diberikan, melainkan pada ketulusan ketika seseorang hadir untuk membantu orang lain di saat membutuhkan.
Karena itu, penghargaan Tokoh Sosial/Kemanusiaan tersebut justru membuatnya semakin merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
“Semoga penghargaan ini menjadi doa dan motivasi agar saya bisa terus berbuat baik. Saya juga berharap semakin banyak orang tergerak untuk peduli kepada sesama,” ujarnya.
Milad Samudera Pasai ke-800 pun menjadi momentum yang semakin bermakna bagi Akmal Daud. Di tengah peringatan sejarah panjang peradaban Samudera Pasai, sebuah penghargaan kepada seorang tokoh sosial menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan juga merupakan bagian penting dari warisan peradaban ketika kepedulian kepada sesama terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***



