BERITA TERKINI

Tak Hanya Hasil Bumi, Langkahan Pamerkan Kisah Perjuangan Warga Pascabencana

Tak Hanya Hasil Bumi, Langkahan Pamerkan Kisah Perjuangan Warga Pascabencana

ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 sekaligus napak tilas kejayaan Kerajaan Samudera Pasai tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan potensi ekonomi, kreativitas, dan ketangguhan masyarakat.

Memasuki hari kelima perayaan, Sabtu (12/9/2026) sore, kawasan pameran UMKM masih menjadi salah satu magnet utama. Ribuan pengunjung memadati stan-stan kecamatan untuk melihat, mencicipi, dan mengenal beragam potensi unggulan dari berbagai wilayah di Aceh Utara.

Salah satu stan yang mencuri perhatian adalah Kecamatan Langkahan. Tidak sekadar memamerkan produk UMKM, Langkahan mengusung konsep yang memadukan kekayaan hasil bumi, olahan pangan lokal, serta kisah ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Stan Kecamatan Langkahan menampilkan sejumlah komoditas hortikultura yang menjadi gambaran potensi pertanian masyarakat setempat. Di antaranya terdapat durian Bawor dan jeruk bali yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Potensi tersebut diperkuat dengan kehadiran produk olahan pangan masyarakat, seperti tempe daun dan tahu Seureuke. Produk-produk itu menunjukkan bahwa hasil pertanian dan pangan lokal Langkahan tidak hanya memiliki nilai konsumsi, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi produk ekonomi dengan nilai tambah.


Kehadiran berbagai produk tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Langkahan kepada masyarakat yang lebih luas. Pameran menjadi ruang bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki sumber daya lokal yang dapat terus dikembangkan.

Namun, kekuatan stan Langkahan tidak berhenti pada produk pertanian dan UMKM.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah galeri foto yang merekam perjalanan masyarakat Langkahan menghadapi banjir bandang pada November 2025.

Deretan foto tersebut membawa pengunjung melihat kembali situasi sulit yang pernah dihadapi masyarakat. Salah satu foto yang mencuri perhatian merupakan karya jurnalistik bertanggal 6 Desember 2025.

Foto itu mengabadikan dua warga Desa Gedumbak yang memikul kasur di atas kepala ketika melintasi kawasan yang dipenuhi reruntuhan bangunan dan sisa lumpur akibat bencana.

Gambar tersebut bukan sekadar dokumentasi peristiwa. Di balik suasana kehancuran yang terekam, tersimpan gambaran tentang ketabahan warga dalam menghadapi keadaan.

Masyarakat yang kehilangan dan terdampak bencana tetap berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan, membersihkan lingkungan, serta menata kembali kehidupan mereka.

Pesan inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dari kehadiran galeri foto di stan Langkahan. Potensi ekonomi dan kisah kebangkitan masyarakat ditampilkan dalam satu ruang, memperlihatkan bahwa Langkahan bukan hanya memiliki kekayaan hasil bumi, tetapi juga memiliki masyarakat yang tangguh menghadapi ujian.

Pameran UMKM dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Langkahan memberikan gambaran bahwa potensi daerah tidak hanya terletak pada hasil bumi dan produk pangan, tetapi juga pada semangat masyarakat untuk bangkit setelah menghadapi bencana.

Sementara berbagai stan kecamatan lainnya memperlihatkan kekayaan kuliner, pertanian, kerajinan, dan kreativitas masyarakat Aceh Utara.

Bagi pelaku usaha, kehadiran ribuan pengunjung bukan sekadar kesempatan memamerkan produk. Momentum tersebut membuka peluang memperluas jaringan, mendapatkan konsumen baru, serta membangun kepercayaan terhadap produk lokal.

Semangat pengembangan potensi ekonomi itu juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan masyarakat Aceh Utara pascabencana. Dengan dukungan promosi, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat, sektor UMKM, pertanian, dan berbagai usaha produktif diharapkan dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi daerah.

Di tengah perayaan perjalanan sejarah Aceh Utara yang telah mencapai delapan abad, Langkahan menghadirkan pesan yang kuat: kekayaan daerah bukan hanya tentang apa yang dihasilkan dari tanah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya mampu bertahan, bangkit, dan membangun kembali masa depan.

Sejarah menjadi kebanggaan, potensi menjadi modal, dan ketangguhan masyarakat menjadi kekuatan untuk melangkah ke depan.***