BERITA TERKINI

Sembilan Bulan Menanti, Bantuan Isi Hunian Akhirnya Diterima Warga Aceh Utara

  
Sembilan Bulan Menanti, Bantuan Isi Hunian Akhirnya Diterima Warga Aceh Utara

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Setelah menunggu sekitar sembilan bulan pascabencana banjir, warga terdampak di delapan desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya menerima bantuan isi hunian dari pemerintah.

Bantuan Bencana Banjir 2026 tersebut mulai disalurkan kepada warga terdampak pada Kamis (24/9/2026). Bantuan berupa dana hunian sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) itu diperuntukkan membantu masyarakat memenuhi kembali kebutuhan isi rumah yang rusak atau hilang akibat banjir.

Delapan desa penerima bantuan tersebut meliputi Buket Batee Badan, Matang Santot, Buket Alue Puteh, Matang Jurong, Matang Raya, Lhok Reudeup, Tanjong Ara, dan Biram Cut.

Bagi warga, penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah banjir. Selama berbulan-bulan, masyarakat harus membersihkan rumah, memperbaiki berbagai kerusakan, serta berupaya mengembalikan kehidupan keluarga seperti sebelum bencana.

Salah seorang warga Desa Tanjong Ara, Adi, mengaku bersyukur setelah bantuan yang dinantikan akhirnya diterima.

“Syukur Alhamdulillah, bantuan ini sudah disalurkan. Walaupun banjir sudah berlalu sembilan bulan, kami tetap bersyukur akhirnya bantuan ini kami terima,” kata Adi, Kamis (24/9/2026).

Menurut Adi, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi keluarga yang masih berupaya memulihkan kondisi rumah tangga setelah terdampak banjir.

Ia berharap proses penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana terus dikawal sehingga seluruh warga yang memenuhi persyaratan dapat menerima haknya.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kami. Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi kami yang sedang bangkit dari bencana, sangat berarti,” ujarnya.

Bantuan sebesar Rp3 juta per KK tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kembali kebutuhan rumah tangga, terutama perabot dan perlengkapan hunian yang rusak maupun hilang akibat banjir.

Bagi masyarakat di delapan desa tersebut, penyaluran bantuan setelah sembilan bulan masa penantian menjadi salah satu tahapan dalam proses pemulihan pascabencana.

Warga berharap dukungan pemerintah terhadap masyarakat terdampak tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi terus berlanjut sesuai kebutuhan pemulihan di lapangan.

“Terima kasih pemerintah. Kami mungkin lama menunggu, tetapi hari ini kami kembali merasakan ada tangan yang membantu kami bangkit,” ujar Adi.***


Editor : Syahrul