BERITA TERKINI

Sejumlah Jalan di Aceh Utara Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki

Sejumlah Jalan di Aceh Utara Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki
Jalan KM 3 Kecamatan Lhoksukon menuju Desa Buket Hagu, Aceh Utara, mulai mengalami kerusakan dengan sejumlah bagian aspal terkelupas dan tergenang air saat hujan, Sabtu (5/9/2026).

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sejumlah ruas jalan penghubung antargampong di Kabupaten Aceh Utara mengalami kerusakan parah. Aspal yang terkelupas dan lubang di badan jalan membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas.

Kerusakan tersebut terlihat di sejumlah titik, termasuk ruas yang menghubungkan Gampong Ule Gunong dan Ule Tanoh di Kecamatan Lhoksukon. Kondisi serupa juga ditemukan di jalur Gampong Leubok-Lapang serta ruas Alue Leuhop-Batu XII yang melintasi sejumlah gampong lainnya.

Permukaan jalan di beberapa lokasi telah lama kehilangan lapisan aspal. Lubang-lubang yang terbentuk di badan jalan menjadi hambatan bagi kendaraan yang melintas, terutama warga yang menggunakan ruas tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Kerusakan jalan juga berdampak pada mobilitas masyarakat. Anak-anak sekolah harus melewati jalan yang rusak, sementara petani dan pedagang menghadapi kesulitan ketika mengangkut hasil pertanian maupun barang dagangan menuju pusat kecamatan.

“Kondisi jalan banyak rusak dan berlubang, aspalnya sudah terkelupas tetapi belum ada perbaikan sama sekali,” kata Ismail, warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Warga berharap pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Keluhan mengenai jalan rusak ini mencuat di tengah persiapan perayaan Hari Jadi ke-800 Kabupaten Aceh Utara bertajuk “Piasan Pasee” yang dijadwalkan berlangsung pada 7-13 September 2026.

Selain persoalan infrastruktur, warga korban banjir November 2025 juga masih menunggu kepastian penyaluran bantuan uang jaminan hidup (jadup) dan stimulan pascabanjir.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan agenda perayaan, tetapi juga mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur yang langsung dirasakan warga, khususnya perbaikan jalan penghubung antargampong.***


Penulis : Syahrul Usman