Hari Kelima Harlah 800 Samudera Pasai: Kuliner Khas, Busana Adat hingga Seni Tradisi Siap Semarakkan Aceh Utara
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Semarak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara terus bergulir. Memasuki hari kelima, Jumat (11/9/2026), kemeriahan kembali hadir melalui rangkaian kegiatan yang memadukan cita rasa kuliner khas, nuansa religius, busana adat, kreativitas pelajar, hingga pertunjukan seni tradisional Aceh.
Sejak pagi, kawasan perayaan dipersiapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai sajian dan kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Aceh Utara.
Agenda diawali Festival Kuliner pada pukul 08.30 hingga 11.30 WIB. Pengunjung dapat menikmati sekaligus mengenal aneka kuliner khas, di antaranya halua, pulut panggang, dan SrIkaya Pasee.
Tidak hanya menyajikan makanan tradisional, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan distribusi makanan yang dipusatkan di Dapur Umum Beulangong/Zona B.
Festival kuliner menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Harlah ke-800 Samudera Pasai. Kuliner tidak sekadar menjadi hidangan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Jeda Salat Jumat, Semangat Perayaan Tetap Terjaga
Memasuki siang hari, aktivitas panggung dan stan dihentikan sementara mulai pukul 11.30 hingga 14.30 WIB.
Jeda tersebut diisi dengan sterilisasi total kawasan kegiatan dan pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Salat Jumat dijadwalkan berlangsung di Masjid Agung Lhoksukon serta sejumlah musala.
Nuansa keagamaan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan, sehingga kemeriahan Harlah tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap waktu ibadah.
Busana Adat dan Kreativitas Pelajar Ramaikan Sore Hari
Setelah jeda siang, kemeriahan kembali berlanjut.
Mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB, panggung utama Zona A akan menjadi pusat perhatian melalui Show Busana Adat Nusantara dan Aceh Berstandar Syari.
Kegiatan tersebut melibatkan ASN, guru, dan pelajar. Penampilan busana adat juga dirangkaikan dengan seni pelajar, menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan adat dan budaya.
Perpaduan busana adat dan penampilan pelajar menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab generasi terdahulu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Malam Hari, Seni Tradisional Aceh Naik Panggung
Saat malam tiba, suasana perayaan dijadwalkan semakin semarak.
Mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, masyarakat akan disuguhi berbagai pertunjukan seni tradisional. Sejumlah penampil yang dijadwalkan hadir antara lain Sanggar Poh Cakra, Rapai Debus, Aleh Tunjang, dan Saman Ayun Aneuk.
Dentuman rapai, gerak seni tradisional, serta penampilan para seniman akan menghidupkan suasana malam perayaan Harlah ke-800 Samudera Pasai.
Bagi masyarakat, rangkaian pertunjukan tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan sekaligus menyaksikan kekayaan seni Aceh yang terus dipertahankan.
Delapan Abad, Merawat Warisan dan Menatap Masa Depan
Harlah ke-800 Samudera Pasai Aceh Utara dikemas bukan sekadar sebagai perayaan seremonial. Beragam kegiatan yang disiapkan menunjukkan upaya menghadirkan sejarah dan budaya dalam suasana yang dapat dinikmati masyarakat.
Mulai dari kuliner tradisional, kegiatan keagamaan, busana adat, pendidikan, hingga seni pertunjukan, seluruhnya menjadi bagian dari wajah perayaan delapan abad Samudera Pasai.
Momentum ini sekaligus menjadi ruang pertemuan masyarakat, pelaku budaya, pelajar, aparatur, dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama merawat identitas Aceh Utara.
Delapan abad perjalanan sejarah menjadi momentum untuk melihat kembali warisan masa lalu, merawat budaya hari ini, dan membangun optimisme untuk masa depan Aceh Utara.
Jumat, 11 September 2026, kemeriahan Harlah ke-800 Samudera Pasai kembali mengajak masyarakat untuk hadir, menikmati rangkaian kegiatan, dan menjadi bagian dari perayaan sejarah besar Aceh Utara.***


