800 Tahun Samudera Pase, Saatnya Sejarah dan Peradaban Pase Dibangkitkan Kembali
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan kegiatan tersebut memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya peringatan hari lahir Samudera Pase dilaksanakan secara khusus sebagai bagian dari upaya mengenang kembali kejayaan peradaban Samudra Pase.
“Ini adalah sebuah momentum yang sangat luar biasa. Kami mengapresiasi Bapak Bupati Aceh Utara karena di masa beliau acara ini pertama dan utama dilaksanakan di Samudra Pase,” kata Jamaluddin, Selasa (08/09/2026).
Menurutnya, peringatan yang berlangsung pada 7 September tersebut tidak hanya diisi dengan upacara. Pemerintah daerah juga menggelar Piasan Pase selama tujuh hari.
Kegiatan itu menghadirkan berbagai unsur budaya, mulai dari budaya klasik pada masa Samudera Pase hingga budaya kontemporer. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat hubungan antara masa lalu, masa kini dan masa depan Aceh Utara.
Jamaluddin menilai kegiatan tersebut perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Selain memperkuat kesadaran sejarah, ia menilai kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui pengembangan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita kembali kepada kisah masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Kita harus bangkitkan Samudera Pase ini ke seluruh Nusantara,” ujarnya.
Ia menegaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjadikan sejarah Samudera Pase sebagai salah satu kekuatan budaya dan identitas Aceh Utara.
Jamaluddin berharap momentum 800 tahun Samudera Pase tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi titik awal kebangkitan sejarah dan kebudayaan Aceh Utara.***



