100 Tandan Pisang Menunggu Jalan Pulih: Petani Paket 20 Aceh Utara Terjebak Lumpur Pascabanjir
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Di tengah ramainya kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, hajatan dan aktivitas dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), pisang Barangan dan pisang Raja dari kawasan Paket 20, Desa Seureuke Kecamatan Seureuke, Aceh Utara, terus mengalir ke pasar Kota Panton Labu.
Namun, di balik ramainya perdagangan itu, ada cerita lain yang jauh lebih getir: petani masih harus berjuang melewati jalan yang rusak untuk membawa hasil kebun ke pasar.
Ridwan, salah seorang pedagang pisang di Kota Panton Labu, mengatakan setiap kali pasokan datang, sekitar 70 tandan pisang Barangan dan 30 tandan pisang Raja dapat habis terjual.
“Kalau pisang Barangan habis sekitar 70 tandan, pisang Raja sekitar 30 tandan. Saat ini banyak warga melaksanakan kenduri Maulid, bahkan lebih. Untuk hajatan, pesta perkawinan dan dapur MBG, biasanya sudah dipesan jauh-jauh hari. Harganya bervariasi,” tutur Ridwan , Rabu (23/9/2026).
Tingginya permintaan sebenarnya menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Sayangnya, akses menuju kebun justru menjadi persoalan besar.
Pasca banjir, jalan menuju kawasan perkebunan pisang Paket 20 masih sulit dilalui. Sejumlah jembatan juga mengalami kerusakan. Perjalanan menuju lokasi kebun dapat memakan waktu sekitar 2,5 jam.
Lebih memprihatinkan lagi, ketika hujan turun, akses tersebut bisa tidak dilalui kendaraan. Akibatnya, hasil kebun terancam tidak dapat dibawa ke pasar.
Jika terlambat dipasarkan, hasil kebun yang menjadi sumber penghidupan masyarakat itu berisiko rusak dan kehilangan nilai jual.
Ridwan menyebut kawasan Paket 20 memiliki areal tanaman pisang yang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 hektare. Potensi tersebut semestinya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila didukung akses transportasi yang memadai.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan dan jembatan menuju kawasan perkebunan tersebut.
“Harapan kami pemerintah segera memperbaiki jalan ke sana. Areal pisang cukup luas, sekitar 2.000 hektare. Kalau jalannya bagus, hasil kebun lebih mudah dipasarkan dan ekonomi masyarakat juga bisa bergerak,” harap Ridwan.
Di balik setiap tandan pisang yang sampai ke Pasar Panton Labu, ada keringat petani yang menempuh jalan panjang. Kini mereka tidak hanya membutuhkan pembeli, tetapi juga membutuhkan jalan yang memungkinkan hasil kerja mereka sampai ke pasar.***
Editor : Syahrul



