Ustaz Muhammad Rais Ajak Santri Jadikan Ilmu Agama Jalan Membentuk Generasi Mulia
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH BESAR | PASESATU.COM – Ustaz Muhammad Rais mengajak para santri Dayah Wakaf Barbate untuk mensyukuri kesempatan menuntut ilmu agama dan menjadikannya sebagai jalan membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak serta bermanfaat bagi sesama.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Rais dalam nasihat keagamaan di Dayah Wakaf Barbate, Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Menurut Muhammad Rais, kesempatan menuntut ilmu agama merupakan nikmat yang tidak boleh disia-siakan. Dari banyaknya anak-anak di berbagai tempat, para santri yang memperoleh kesempatan belajar agama patut memandangnya sebagai pilihan dan karunia dari Allah SWT.
“Dari sekian banyak anak-anak di kampung maupun di seluruh dunia, kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah SWT untuk bisa belajar agama. Alhamdulillah, Allah SWT memilih kita agar kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mulia,” ujarnya.
Ia mengatakan, belajar agama tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk hati, akhlak dan amal seseorang. Karena itu, ia mengingatkan para santri agar menjalani proses pendidikan di dayah dengan kesungguhan, menjaga niat serta terus berusaha memperbaiki diri.
Muhammad Rais juga mengibaratkan agama sebagai roh dalam kehidupan manusia. Sebagaimana manusia hidup karena adanya roh, kehidupan juga membutuhkan nilai-nilai agama agar memiliki makna dan keberkahan.
“Manusia hidup karena ada roh di dalam tubuhnya. Kalau rohnya sudah keluar, walaupun masih muda dan bertubuh kekar, jasadnya akan membusuk,” katanya.
Menurutnya, perumpamaan tersebut juga dapat diterapkan pada sebuah lingkungan. Tempat yang tidak dihidupkan dengan kegiatan keagamaan, kata dia, akan kehilangan nilai dan keberkahannya.
“Di mana tempat-tempat yang tidak ada hidup agama, maka tempat itu akan jadi busuk dan tidak ada harga di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan para santri agar memiliki tujuan yang jelas dalam menuntut ilmu. Di antaranya menjadi penghafal Al-Qur’an, menjadi ulama, menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama serta menjadi pribadi yang bertakwa dan mendapatkan ridha Allah SWT.
“Tujuan kita belajar dan menuntut ilmu di sini adalah menjadi hafiz Al-Qur'an, menjadi ulama, menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, menjadi orang yang bertakwa dan diridai Allah SWT,” katanya.
Muhammad Rais menekankan, ilmu yang diperoleh harus tercermin dalam perilaku dan amal. Menurutnya, keberhasilan belajar agama tidak hanya terlihat dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai, tetapi juga dari perubahan akhlak dan kebaikan yang lahir dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau ingin memiliki hati dan amal yang baik, kuncinya adalah belajar dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
Ia berharap para santri Dayah Wakaf Barbate yang berjumlah sekarang ini 87 santri harus mampu memanfaatkan masa belajar untuk membangun bekal ilmu dan akhlak, sehingga kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, agama dan kehidupan umat.***



