BERITA TERKINI

Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Orang Tua di Aceh Utara Tetap Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak

Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Orang Tua di Aceh Utara Tetap Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak

ACEH UTARA | PASESATU.COM 
– Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, toko-toko perlengkapan sekolah di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, dipadati pembeli. Di balik meningkatnya aktivitas perdagangan tersebut, banyak orang tua tetap berupaya memenuhi kebutuhan sekolah anak meski kondisi ekonomi keluarga belum sepenuhnya pulih setelah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara pada 2025.

Pantauan di sejumlah toko perlengkapan sekolah di Panton Labu, Sabtu (11/7/2026), menunjukkan jumlah pengunjung meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Warga membeli berbagai kebutuhan sekolah, seperti alat tulis, seragam, tas, dan sepatu, menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar pada Senin (13/7/2026).

Muhammad, pemilik salah satu toko alat tulis di Panton Labu, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, alat tulis bergambar atau berkarakter masih menjadi produk yang paling banyak diminati.

"Alat tulis dengan gambar atau karakter tertentu paling banyak dicari anak-anak. Sebagian besar pembeli adalah orang tua yang datang untuk melengkapi kebutuhan sekolah putra-putri mereka," kata Muhammad.

Ia mengatakan, pembeli tidak hanya berasal dari Kota Panton Labu, tetapi juga dari Kecamatan Baktiya, Seunuddon, Langkahan, dan Madat di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, terdapat pembeli dari Kecamatan Pante Bidari dan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, pihaknya telah menambah stok barang sejak sekitar dua bulan lalu. Menurut Muhammad, beberapa jenis barang mengalami penyesuaian harga dari distributor. Meski demikian, tokonya tetap berupaya menyediakan perlengkapan sekolah dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

"Kami sudah menambah stok sejak dua bulan lalu. Harga juga kami upayakan tetap terjangkau, terlebih sebagian pembeli merupakan warga yang terdampak bencana," ujarnya.

Salah seorang pembeli, Raimah, warga Kecamatan Langkahan, mengatakan keluarganya masih merasakan dampak banjir bandang yang terjadi pada 2025. Kondisi tersebut membuat pengeluaran untuk kebutuhan sekolah harus diatur dengan cermat.

"Anggaran kami sangat terbatas. Yang penting anak-anak tetap bisa bersekolah, apalagi sekarang kami tinggal di hunian sementara dengan segala keterbatasan," kata Raimah.

Meningkatnya aktivitas belanja menjelang tahun ajaran baru turut memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di Panton Labu. Di sisi lain, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan tetap menjadi prioritas bagi banyak keluarga, termasuk mereka yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi akibat dampak bencana.

Sejumlah orang tua yang ditemui saat berbelanja mengaku berusaha memenuhi kebutuhan sekolah sesuai kemampuan keuangan masing-masing agar anak-anak mereka dapat mengikuti proses belajar sejak hari pertama masuk sekolah.***

Penulis : Abdul Rafar