Berjuang di Negeri Orang hingga Akhir Hayat, Haji Uma Bersama GAB dan GAM Fasilitasi Pemulangan Jenazah Adnaini ke Aceh
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman ,S.Sos.,M.Sos.atau Haji Uma bersama Grup Aceh Bersatu (GAB) dan GAM Malaysia memfasilitasi pemulangan jenazah Adnaini (58), warga Gampong Beurandang Asan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, yang meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia.
Almarhumah meninggal dunia pada Kamis (9/7/2026) akibat penyakit tumor abdomen atau benjolan di dalam rongga perut. Selama kurang lebih dua tahun merantau di Malaysia, Adnaini bekerja sebagai petugas cleaning service untuk menghidupi keluarganya.
Jenazah dipulangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH860 dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 08.50 WIB. Setibanya di bandara, jenazah disambut oleh Fajri, staf penghubung Haji Uma, yang turut membantu proses administrasi dan penjemputan.
Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju rumah duka di Gampong Beurandang Asan. Sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah tiba di kediaman keluarga dan disambut dengan penuh haru oleh keluarga, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Proses pendampingan hingga ke rumah duka juga dilakukan oleh Abdul Rafar, staf penghubung Haji Uma di Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan informasi dari Wakil Ketua GAB Malaysia, Malek, yang didampingi Ida Gultom serta Ketua GAM Malaysia, Tengku Risky, almarhumah meninggal dunia di kawasan Pudu Raya, Kuala Lumpur. Setelah menerima kabar duka tersebut, pihak keluarga melalui Keuchik Gampong Beurandang Asan mengirimkan surat resmi kepada Haji Uma untuk meminta bantuan pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Wakil Ketua GAB Malaysia beserta jaringan masyarakat Aceh di Malaysia agar seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan dapat diselesaikan dengan cepat.
"Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar. Kita tidak boleh membiarkan keluarga di Aceh berjuang sendirian menghadapi situasi seperti ini. Tugas kita adalah memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halamannya," ujar Haji Uma.
Haji Uma menjelaskan, biaya pemulangan jenazah hingga Bandara Kualanamu mencapai Rp20.540.000. Dari jumlah tersebut, pihak keluarga menanggung biaya sebesar Rp12.540.000, sedangkan Rp8.000.000 berasal dari kas Grup Aceh Meutuwah. Sementara biaya kargo bandara dan ambulans menuju Aceh sebesar Rp3.500.000 ditanggung langsung oleh Haji Uma.
Selain membantu pembiayaan, Haji Uma juga menugaskan dua staf penghubungnya, yakni Fajri dan Abdul Rafar, untuk mendampingi proses pemulangan jenazah sejak tiba di Indonesia hingga diserahkan kepada keluarga.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah Adnaini. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada GAB, GAM, komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, serta seluruh masyarakat Aceh yang telah bekerja sama dan bergotong royong mengurus kepulangan jenazah ini," kata Haji Uma.
Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga almarhumah dapat dimakamkan di kampung halamannya.
"Kami dari pihak keluarga tidak mampu membalas semua kebaikan Haji Uma, Wakil Ketua GAB Malek, GAM, komunitas Aceh di Malaysia, serta seluruh masyarakat Aceh yang telah membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan tersebut dengan pahala yang berlipat ganda," ujar Ismail, anak kandung almarhumah.***


