Delapan Bulan Pascabanjir, Lumpur Belum Pergi: Warga Tanah Jambo Aye Berjuang Sendiri Sewa Ekskavator
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Deru mesin ekskavator memecah keheningan di salah satu sudut Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (14/7/2026). Bukan untuk membuka lahan baru atau membangun infrastruktur, melainkan mengangkat lumpur yang hingga kini masih mengendap sejak banjir besar melanda delapan bulan lalu.
Di bawah terik matahari, sejumlah warga berdiri menyaksikan alat berat mengeruk lumpur yang telah mengeras di saluran dan sekitar permukiman. Sebagian lainnya ikut membantu membersihkan sisa endapan secara manual. Bagi mereka, pemandangan itu menjadi pengingat bahwa bencana memang telah berlalu, tetapi dampaknya belum benar-benar pergi.
Karena pembersihan belum seluruhnya tertangani, masyarakat memilih bergotong royong mengumpulkan dana untuk menyewa ekskavator. Langkah itu dilakukan agar lingkungan mereka perlahan bisa kembali bersih dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh timbunan lumpur.
Lumpur yang tertinggal selama berbulan-bulan tidak hanya mengubah wajah lingkungan, tetapi juga menyulitkan kehidupan warga. Saluran air di sejumlah titik masih dipenuhi endapan, sementara halaman rumah dan akses lingkungan belum sepenuhnya pulih. Setiap kali hujan turun, kekhawatiran akan genangan kembali muncul.
Meski harus mengandalkan kemampuan sendiri, semangat gotong royong tidak surut. Warga bahu-membahu menanggung biaya operasional alat berat dengan harapan sisa-sisa lumpur yang selama ini membebani kehidupan mereka dapat segera terangkat.
Di balik usaha tersebut, tersimpan harapan agar pemulihan pascabencana tidak berhenti hanya pada masa tanggap darurat. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mempercepat penanganan sisa dampak banjir sehingga masyarakat tidak terus memikul beban pemulihan secara mandiri.
Bagi warga Tanah Jambo Aye, delapan bulan bukanlah waktu yang singkat. Namun hingga hari ini, mereka masih harus berjuang membersihkan jejak banjir yang belum sepenuhnya hilang dari lingkungan tempat mereka tinggal.***


